Kamis, 21 November 2019


Januari-Juli Polres Ungkap 33 Kasus Narkoba

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 661
Januari-Juli Polres Ungkap 33 Kasus Narkoba

Sambutan - Wakil Bupati Kabupaten Mempawah, Gusti Ramlana saat menyampaikan kata sambutan di peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2017 di Aula Kantor Bupati Mempawah, Kamis (13/7). suara pemred/ruben permana

MEMPAWAH, SP – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mempawah terus berupaya menekan angka peredaran dan penggunaan narkoba di Kabupaten Mempawah. Salah satunya melakukan penguatan pencegahan narkoba dengan melibatkan berbagai pihak.

Cara ini diyakini menjadi kunci untuk mengatasi peredaran dan penggunaan narkoba yang masih sangat marak terjadi di Kalbar, termasuk di Kabupaten Mempawah. "Penguatan bidang pencegahan di antaranya dengan membentuk masyarakat agar memiliki ketahanan dan kekebalan terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba,"ujar Kepala BNN Kabupaten Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay usai peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2017 di Aula Kantor Bupati Mempawah, Kamis (13/7).

Upaya pencegahan yang dilakukan tidak hanya menyasar kalangan tertentu. Seluruh masyarakat dari berbagai kalangan usia, profesi, dan latar belakang pendidikan terus diberikan pemahaman akan dampak berbahaya narkoba. 
Selain itu, dijelaskan Abdul Haris, salah satu metode sosialisasi juga dilakukan melalui pendekatan agama yang dilakukan oleh para tokoh dan pemuka agama.

"Berbagai cara kita lakukan agar masalah narkoba bisa diatasi agar masyarakat kita nantinya akan benar-benar anti dengan narkoba,” jelasnya. Selain itu ia menambahkan, dalam upaya pencegahan penggunaan dan peredaran narkoba,  pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polres Mempawah.

“Selain koordinasi penindakan, kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk sosialisasi ke masyarakat akan bahaya narkoba,” katanya. Sementara, Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi santoso mengatakan, dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2017, pihaknya telah mengungkap 33 perkara terkait narkoba di Kabupaten Mempawah.

“Dari jumlah itu, 27 kasus kasus narkoba jenis sabu dan enam kasus sisanya kasus minuman keras (miras),” katanya. Sebagai kabupaten yang menjadi jalur perlintasan, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu kabupaten yang penting untuk mendapatkan pengawasan dari kepolisian, untuk mencegah keluar dan masuknya narkoba ke berbagai wilayah di Kalbar.

Dengan kondisi tersebut, dikatakan Didik, pihaknya saat ini juga semakin gencar melakukan razia kendaraan di berbagai titik ruas jalan di Kabupaten Mempawah. “Kita mewaspadai kendaran yang berasal dari Kabupaten Sambas dan Bengkayang dan tentu juga daerah lainnya.  jadi kita tidak hanya menunggu ada laporan saja, upaya antisipasi juga kita lakukan,” ujarnya.