MGMP Gelar Seminar Sejarah Kerajaan Amantubilah

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 851

MGMP Gelar Seminar Sejarah Kerajaan Amantubilah
FOTO BERSAMA – Anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah (MGMP) Kabupaten Mempawah berfoto bersama usai pelaksanaan seminar sejarah. SP/Ruben

Wariskan Nilai Luhur Tantang Semangat Bernegara


Guna memperkenalkan sejarah terhadap para siswa, Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah (MGMP) Kabupaten Mempawah menggelar Seminar Sejarah Lokal di Kalimantan Barat, Rabu (30/1). 

SP - Tema seminar pada hari itu adalah mengenalkan tentang Kerajaan Amantubilah, berdirinya Kota Mempawah serta sejarah perjuangan masyarakat Kalbar pada masa penjajahan.

Salah seorang yang menjadi pemateri dalam seminar berasal dari Kerajan Amantubillah Mempawah, yaitu Pangeran Pemangku Adat Kerajaan Amantubilah Mempawah, Zulkarnaen dan dosen yang juga penulis buku sejarah Indonesia, Syafarudin Usman.

Kepala Seksi Pengembangan Tenaga Kesejarahan Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Syamsu Rijal mengungkapkan, melalui seminar diharapkan akan semakin memperkenalkan sejarah Mempawah kepada masyarakat.

"Ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya, menimbulkan rasa nasionalisme dan jati diri bangsa," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kurikulum SMA, Dinas Pendidikan, Kebudayaan Kalbar, Vivi memberi apresiasi kegiatan seminar sejarah. 

"Tentunya diharapkan kegiatan ini mampu mewariskan nilai luhur tentang semangat berbangsa dan bernegara," harapnya.

Menurut dia, pelajaran sejarah juga harus mengangkat sejarah lokal karena memiliki peranan penting dan mewarisi nilai sejarah.

"Karena sejarah lebih dekat secara sosial dan kultural masyarakat,"tegasnnya

Panitia pelaksana seminar, Yudi Hartadi menambahkan terdapat 17 sekolah yang mengikuti seminar sejarah. 

"Setiap sekolah mengirimkan tiga orang siswa, dan satu orang pendamping," katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan Yudi akan semakin memperkenalkan budaya lokal kepada siswa.

"Dengan seminar ini semoga siswa dapat lebih mencintai dan mengenal tentang budaya lokal,” harapnya. (ruben permana/jee)

Komentar