Penderita HIV/AIDS Mempawah 347 Orang

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 814

Penderita HIV/AIDS Mempawah 347 Orang
PERIKSA – Tenaga kesehatan menunjukan hasil pemeriksaan darah warga yang memeriksakan diri mereka ke salah satu klinik layanan pemeriksaan HIV/AIDS. Di Mempawah, kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. Net

Tujuh Balita Turut Terinveksi 



Konselor VCT RSUD dr Rubini Mempawah, Ican Cempaka
Dari Januari hingga September 2017, penderita HIV/AIDS bertambah sebanyak 31 orang

MEMPAWAH, SP – Kabupaten Mempawah menjadi kabupaten ketiga penderita HIV/AIDS tertinggi di Kalbar. Hingga September 2017, tercatat jumlah penderita  mencapai 347 orang.

Konselor Voluntary Counseling Test (VCT) Rumah Sakit Umum dr Rubini Mempawah, Ican Cempaka, mengungkapkan penderita HIV/AIDS di Mempawah terus mengalami peningkatan. 

"Dari Januari hingga September 2017, penderita HIV/AIDS bertambah sebanyak 31 orang," kata Ican, Minggu (3/9). 

Dari jumlah tersebut, dikatakannya, satu orang penderita merupakan balita berusia tiga tahun, hingga total balita pengidap HIV/AIDS di Mempawah sebanyak tujuh orang balita.

“Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, yang terlihat hanya di permukaan, namun sebenarnya jumlah penderitanya jauh lebih banyak,” ungkapnya.

Kawasan yang paling banyak kasus HIV/AIDS menurut Ican ada di Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh. 

"Meskipun wilayah kecamatan lain juga ada, namun dua wilayah itu yang paling banyak kasus HIV/AIDS,” tegasnya.

Sementara terpisah, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Mempawah, Westi Anas mengungkapkan, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan membentuk tim warga peduli AIDS di 18 desa di Mempawah. Tim ini merupakan perpanjang tanganan KPA di desa guna menekan penderita HIV/AIDS.
 
"Masih ada 15 desa yang belum terbentuk tim peduli AIDS. Secara bertahap, pembentukannya akan segera kita lakukan,” yakinnya.

Tim warga peduli AIDS, dilanjutkan Westi terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, kader PKK dan lainnya. 

"Mereka ini yang nantinya akan membantu memberi pengertian ke masyarakat mengenai HIV/AIDS,” pungkasnya. (ben/jee)