Buaya Sungai Resahkan Warga Sejegi

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 971

Buaya Sungai Resahkan Warga Sejegi
RAWAN BUAYA – Seekor buaya tampak keluar dari sungai. Akibat tingginya curah hujan, warga Desa Sejegi, Mempawah Hilir, resahkan keberadaan buaya. Dalam sepekan terakhir misalnya, dua hewan ternak dikabarkan hilang dimangsa reptil tersebut. Ilustrasi

Kades Imbau Hati-hati Keluar malam


Muhammad Daud, Warga Desa Sejegi
Ini tentu buat warga di sini resah. Bimbang juga. Karena bukan tak mungkin menyerang manusia,

MEMPAWAH, SP – Akibat tingginya curah hujan dan membuat Sungai Sejegi dan Sungai Boyan di Mempawah meluap sampai ke halaman rumah bikin resah warga. Pasalnya dalam sepekan terakhir, dua hewan ternak warga dikabarkan menghilang. Dugaannya telah dimangsa buaya sungai tersebut.

Muhammad Daud, warga Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, mengatakan, keberadaan reptil bertubuh besar yang memiliki nama Crocodylidae juga kerap kali terlihat di sungai. Bahkan menurut dia, ukuran panjang reptil itu sekitar dua meter.   

“Kami khawatir kalau air pasang itu buayanya ikut naik ke halaman rumah dan menyerang,” kata Daud saat ditemui Suara Pemred, Senin (18/9).

Menurut dia, hewan-hewan ternak yang kerap menjadi mangsa buaya di pinggir sungai adalah bebek dan angsa. “Ini tentu buat warga di sini resah. Bimbang juga. Karena bukan tak mungkin menyerang manusia,” ucapnya. 

Keberadaan buaya di dua sungai itu bukan khayalan. Reptil sepanjang dua meter pernah dilihat sendiri oleh adiknya beberapa waktu lalu. Saat itu malam hari dan air sedang pasang. Buayanya terlihat mengapung di dekat tangga untuk mandi pinggir sungai. 

“Padahal tangga itu biasa dilewati adik saya,” ujarnya. 

Kepala Desa Sejegi, Muhammad Idris membenarkan kekhawatiran warganya terkait keberadaan buaya di Sungai Sejegi dan Boyan. Pasalnya dalam beberapa minggu ini, dia kerap menerima laporan hilangnya sejumlah hewan ternak. 

“Ada laporan dari warga, hewan ternaknya seperti ayam, bebek dan angsa dimangsa buaya sungai,” kata Idris.
 
Maka dari itu, dia mengimbau warga terutama yang tinggal di pinggir sungai untuk selalu waspada. Terutama bila air pasang sampai ke halaman rumah. 

“Kalau malam hari dan air pasang sebaiknya kurangi aktivitas ke luar rumah. Karena kan pasti gelap dan itu membahayakan,” ujarnya. 

Sementara itu, Kapolsek Mempawah Timur, Ipda Djamaludin mengingatkan warga yang tinggal di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur lebih waspada saat melakukan aktivitas sehari-hari di Sungai Boyan yang banyak dihuni buaya.   

“Banyak warga yang melihat buaya di Sungai Boyan, beberapa kasus serangan buaya juga sering terjadi, karenanya saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada,” katanya.

Masyarakat sekitar sungai kerap menjadikan Sungai Boyan sebagai tempat mandi maupun mencuci pakaian. Untuk aktifitas ini, Djamaludin mengimbau ketika dilakukan agar bisa memperhatikan kondisi sekitar.    

"Jika mengambil air untuk mandi di sungai, sebaiknya menggunakan ember yang diikat dengan tali agar tidak bersentuhan langsung dengan air,” sarannya.   

Meskipun sering terjadi serangan buaya terhadap manusia, namun hingga saat ini serangan buaya belum sampai menelan korban jiwa.   

"Kita berharap agar tidak sampai ada korban jiwa. Untuk mencegah terjadinya kasus serangan, kita juga sudah memasang imbauan di sekitar sungai untuk lebih waspada,” pungkasnya. (ben/ang)

Komentar