Jenazah Tang Jun On Dipulangkan

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 760

Jenazah Tang Jun On Dipulangkan
PULANGKAN JENAZAH – Tim gabungan Pemerintah Daerah Mempawah mengunjungi rumah Tang Jun On (34), warga Desa Kuala Secapa, Mempawah Hilir, yang meninggal di Malaysia. (SP/Ruben)

Pemda Mempawah dan KJRI Malaysia Urunan Biaya


MEMPAWAH, SP – Tang Jun On (34), warga Desa Kuala Secapa, Mempawah Hilir, yang meninggal di Malaysia akan segera dipulangkan. Kepastian itu didapat setelah tim gabungan Pemerintah Daerah Mempawah mendatangi rumah duka dan menjamin kepulangan jenazah.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Mempawah, Ya Helmizar mengatakan, biaya transportasi pemulangan jenazah diperkirakan sebesar Rp30 juta, yang berasal dari bantuan sosial sebesar Rp20 juta; KJRI 2 ribu ringgit; dan pihak keluarga Rp5 juta. 

“Kami Disperindaker Mempawah hanya sebagai fasilitator, agar jenazah segera dipulangkan ke rumahnya,” kaya Ya Herlmizar, Rabu (25/10).

Menurut dia, rencana pemulangan jenazah Tang Jun On akan menelan waktu paling cepat satu minggu. Sementara Kamis (26/10), pihaknya akan memproses pencairan dana bantuan dari pemerintah daerah.

“Terkait administrasi masuknya jenazah di Pintu Lintas Batas Entikong akan ditangani BP3TKI Pontianak,” ucapnya. 

Heru Agung, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Mempawah mengatakan, biaya pemulangan jenazah akan ditanggung pemerintah daerah bersama KJRI. 

"Biaya pemulangan jenazah hingga ke Mempawah, selain dana dari pihak KJRI dan pemerintah daerah ada juga dari pihak keluarga," ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) BP3TKI Pontianak, Delima Paloho mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan KJRI di Malaysia untuk memulangkan jenazah. 

“Sekitar satu minggu prosesnya. Karena sebelumnya kami baru menangani dari Kupang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, jenazah saat ini berada di Rumah Sakit Miri, Malaysia. "Pemulangan jenazah dari rumah sakit ke Entikong, dan langsung dibawa ke mempawah," ucapnya.

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, meninggal di Rumah Sakit Umum Miri, Malaysia, belum bisa dipulangkan karena pihak keluarga tak memiliki biaya pemulangan dari Malaysia ke Mempawah.

Tang Jung On (34), warga Dusun Harapan Jalan A Rani RT 15 RW 08 Desa Kuala Secapa, Kecamatan Mempawah Hilir, meninggal karena sakit di Malaysia. 

Pihak keluarga mengetahui bahwa, Tang Jung On (34) meninggal dunia, dimana Babinsa di Desa Kuala Secapa mendapatkan informasi dari temannya yang bekerja di Rumah Sakit Dr Rubini Mempawah, bahwa informasi dari pihak imigrasi, ada warga Dusun Harapan yang meninggal di Rumah Sakit Miri Malaysia, Jumat (13/10) silam.

"Saat saya mendapatkan informasi tersebut, seminggu setelah Tang Jun On (34) meninggal. Dimana saya bersama Bhabinkamtibmas di Desa Kuala secapa, langsung mencari informasi mengenai rumah warga yang bekerja di Malaysia meninggal dunia," jelas Bhabinsa di Desa Kuala Secapa, Muhadi.

Menurutnya, setelah mengetahui keberadaan rumahnnya, dirinya langsung memberitahukan kepada pihak keluarga bahwa Tang Jun On (34) meninggal dunia dimana saat ini masih berada di Rumah Sakit Miri, Malaysia.

"Jadi, karena saya dulunya pernah bertugas di Entikong, makanya saya langsung menghubungi pihak imigrasi, dan membuat surat surat di Desa Kuala Secapa," ungkapnnya.

Keluarga Bersyukur


Apin Alpha (54) kerabat korban mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas rencana pemulangan jenazah yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Miri Malaysia.

"Baik kepada Pemda Mempawah maupun dari pihak desa dan semua pihak yang terlibat kami ucapkan terima kasih," katanya.

Menurutnya, meskipun pemulangan jenazah kerabatnya baru bisa dipulangkan dalam seminggu ke depan, namun bagi keluarga yang terpenting adalah bisa kembali ke rumah.

"Yang terpenting jenazah bisa sampai di sini kami sudah bersyukur. Karena tanpa adanya bantuan kami tak bisa memulangkan jenazah kerabat kami," ucapnya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Ya’ Helmizar mengatakan, mengenai adannya warga yang meninggal di Malaysia, pihaknnya sudah mendapatkan informasi tersebut.

"Warga kita yang meninggal itu, tak terdaftar secara resmi di kita sebagai TKI. Jika TKI dalam 24 jam sudah bisa diselesaikan. Meskipun ini tak terdaftar, namun tetap tanggung jawab negara," ungkapnnya.

Menurutnya, ia meminta identitas yang lengkap, dan saat ini sudah berkordinasi dengan PJTKI. "Kita sudah minta mengenai identitas korban dari pihak keluarga. Jika semua keterangan korban sudah disiapkan, biasannya korban bisa dipulangkan ke pihak keluarga," ungkapnnya. (ben/ang)