Sabtu, 21 September 2019


Pemda Bertekad Wujudkan Generasi Muda yang Baik

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 554
Pemda Bertekad Wujudkan Generasi Muda yang Baik

PENDIDIKAN KARAKTER – Wakil Bupati Gusti Ramlana saat membuka pelatihan pendidikan karakter untuk guru di Wisma Chandramidi Mempawah, kemarin. Guru di Mempawah diminta mampu mendidik anak didik dengan baik. (Ist)

Guru Mempawah Dibekali Pendidikan Karakter


Wakil Bupati Gusti Ramlana membuka pelatihan pendidikan karakter untuk guru di Wisma Chandramidi Mempawah, kemarin. Diikuti guru-guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Mempawah, pelatihan pendidikan karakter menjadi bagian dari program “Bakti Pada Guru” yang digelar PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPI) sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

SP - “Kegiatan ini dilaksanakan oleh pihak ketiga atas program dari dinas pendidikan. Mereka merasa ada tanggung jawab moral dan memberikan CSR-nya kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan pendidikan karakter kepada para guru,” kata Gusti Ramlana seusai membuka kegiatan.

Menurut Ramlana, pelatihan pendidikan karakter sangat penting. Melalui pelatihan, para guru nantinya akan mampu membekali para peserta didik dengan konsep-konsep karakter yang baik. Ramlana menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mempawah komit pada pendidikan karakter. Selain melalui pendidikan formal, hal itu dilakukan diantaranya lewat kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial. 

“Bagaimana menumbuhkan karakter anak, membangunkan jiwa anak supaya timbul kemampuan intelektual, emosional, spiritual, kemampuan anak mengenal dirinya, dan kemampuan anak untuk memahami orang lain. Hal-hal seperti inilah yang perlu kita ciptakan,” tuturnya menjelaskan. 

Ramlana menyebut pemerintah ingin mengembalikan lagi pendidikan budi pekerti. “Inilah salah satu yang dikembalikan pemerintah,” ia melanjutkan.

Sekretaris Jenderal Lembaga Karya Pokphand (LKP) CPI, Andi Magdalena, mengatakan CPI selaku organisasi nonpemerintah menyadari masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. 

Pihaknya mengaku ingin mengambil peran pembangunan sebagai wujud pengabdian dan tanda cinta kepada Tanah Air. Untuk itu, CPI melalui LKP bekerja sama dengan Direktoral Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan RI telah mencanangkan program “Bakti Pada Guru” pada 13 September 2017 lalu. 

“Sebanyak seribu guru di seluruh Indonesia ditargetkan akan mengikuti proram ini,” ujarnya.

Andi menjelaskan di Mempawah pelatihan pendidikan karakter akan diisi trainer dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Pelatihan selama dua hari akan diteruskan dengan evaluasi berkelanjutan. Ia menyebut pelatihan pendidikan karakter dipilih sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. 

“Dengan mengikuti program ini, para guru akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan metode terkini yang aplikatif dalam upaya membangun karakter positif siswa di sekolahnya masing-masing. Pada gilirannya kualitas sumber daya manusia di Indonesia pun akan meningkat,” tuturnya. 

Andi menambahkan, para guru peserta pelatihan juga akan mendapatkan sertifikat yang berguna dalam proses sertifikasi untuk kenaikan golongan dan tunjangan.

Kepada Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, bersyukur para guru di Kabupaten Mempawah mendapatkan pelatihan pembinaan karakter. Ia menyebut karakter yang identik dengan jiwa memang wajib dibangun. Bahkan pembangunan jiwa mendahului pembangunan badan. 

“Bagaimana kita membangun jiwa. Dalam lagu kebangsaan kita pun juga dikatakan ‘bangunlah jiwanya’, baru ‘bangunlah badannya’. Karena ada orang yang badannya sehat namun jiwanya sakit,” ucapnya menerangkan.

Firman mengapresiasi pelatihan pendidikan karakter. Menurut dia, hal itu patut disyukuri karena para guru di Kabupaten Mempawah akan mendapatkan tambahan ilmu baru. 

“Kesuksesan itu milik semua orang asalkan memang berniat untuk sukses. Kalau mau sukses harus berubah, harus bergerak. Harus optimis, jangan pesimis. Kalau tidak bisa berbuat yang besar, berbuatlah yang kecil tetapi berharga dalam kehidupan ini,” katanya berpesan. (ruben permana/ang)


  •