Beras Kampung di Mempawah Mendadak Jadi Idola

Mempawah

Editor K Balasa Dibaca : 826

Beras Kampung di Mempawah Mendadak Jadi Idola
Pedagang menunjukkan beras yang harganya naik. (SP/Ruben)
MEMPAWAH, SP - Harga berbagai jenis beras di pasar tradisional Sebukit Rama, Kabupaten Mempawah, terus mengalami kenaikan. Akibat kondisi ini, para konsumen pun lebih banyak melirik beras lokal atau beras kampung dari para petani di Mempawah.

Ketua Pasar Tradisional Sebukit Rama, Ade Djamaludin mengatakan bahwa harga beras sejak akhir 2017 hingga Januari 2018 mengalami kenaikan sekitar Rp200-250 ribu per karung untuk ukuran beras yang 50 kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga berbagai merek beras ini menuai banyak keluhan pelanggan.

"Pelanggan biasanya membeli 5-10 kilo, namun dengan adanya kenaikan harga beras berbagai merek ini, membuat masyarakat harus mengurangi jumlah beras yang dibelinya dan harga beras lokal banyak diminati," tegasnya.

Menurutnya, beras lokal dari para petani sangat banyak dicari masyarakat. Selain harganya murah, kualitasnya pun bagus. Namun beras lokal sangat sulit didapat.

"Dengan tingginya harga beras, beras lokal sangat diminati masyarakat. Karena harganya hanya sekitar Rp12.000-12.500 per kilonya. Namun berasnya sangat jarang datang," ujarnya.

Ina (29), warga Kecamatan Anjongan mengatakan, dirinya lebih memilih beras yang berasal dari para petani di Anjongan. (ben)