Air Sungai Asin, Pembudidaya Nila Mempawah Merugi

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 401

Air Sungai Asin, Pembudidaya Nila Mempawah Merugi
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP – Sejumlah pembudidaya ikan nila di Desa Antibar, Mempawah Hilir, mengaku kehilangan tiga kilogram ikan per hari sejak dua pekan terakhir. Pasalnya banyak ikan yang mati akibat cuaca tidak stabil dan masuknya air laut sehingga air sungai menjadi asin.

Firdaus, salah seorang pembudidaya mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung selama dua pekan terakhir. Dan selama itu sedikitnya sebanyak 20 kilogram ikan yang telah mati. 

“Yang pasti terjadi perubahan air dari yang biasanya tawar menjadi asin. Itu yang membuat ikan nila banyak yang mati,” kata Firdaus, Senin (5/2).

Untungnya ikan yang telah mati tidak langsung dibuang, dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan lain seperti ikan patin.  

Firdaus juga menyebut alasan banyak sampah di sungai sebagai salah satu masalah. “Dulu sungai ini airnya bersih, sekarang banyak warga yang buang sampah, jadi kotor dan tercemar,” ucapnya.

Kepala Bidang Perikanan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Mempawah, Teddy Prawoto mengatakan masuknya air asin ke Sungai Mempawah disebabkan pengaruh supermoon yang terjadi belum lama ini.

“Ikan nila termasuk jenis ikan yang rentan terhadap kondisi air. Maka diingatkan pembudidaya memasukkan bibit yang sudah besar yakni ukuran 8-12 centimeter,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Mempawah, Bujang Bakar meminta instansi terkait meningkatkan sosialisasi kepada kelompok pembudidaya agar mereka paham cara budi daya yang baik dan benar. (ben/ang)