Warga Sepang Damba Pembangunan Infrastruktr dan Listrik

Mempawah

Editor K Balasa Dibaca : 217

Warga Sepang Damba Pembangunan Infrastruktr dan Listrik
Kondisi jalan di Desa Sepang. (ist)
MEMPAWAH, SP - Lambatnya proses pembangunan di Dusun Sepang, Desa Sepang, Kabupaten Mempawah, dikeluhkan warga setempat. Sampai saat ini, infrastruktur jalan dan pembangunan sangat jauh dari harapan.

"Beginilah keadaan jalan kami sangat sulit karena untuk mengeluarkan hasil bumi sangat susah, jadi beginilah ada pembangunan pun tidak maksimal," ujar salah satu warga Dusun Sepang, Akiat di Mempawah, Senin (26/2).

Ia mengatakan masyarakat sangat mengharapkan adanya pembangunan jalan dan listrik, yang sampai saat ini belum masuk di dusun mereka.

"Aneh saja rasanya, ketika Indonesia sudah merdeka 72 tahun tetapi desa kami masih belum merdeka dikarenakan listrik tidak ada dan jalan yang masih rusak," tuturnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Amon Amed yang meninjau langsung lokasi Desa Sepang, merasa prihatin dan kecewa dengan pemerintahan Kabupaten Mempawah, karena pembangunan infrastruktur yang lambat di Kecamatan Toho.

Menurut dia, luasnya wilayah dan terbatasnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mempawah menjadikan kabupaten ini lambat dalam pembangunan.

Di samping itu, pemerataan pembangunan infrastruktur yang merata menjadi salah satu hal klasik ketika suatu daerah tidak memiliki potensi besar.

"Dusun Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, merupakan salah satu contoh lambatnya proses pembangunan infrastruktur yang di lakukan oleh pemerintah kabupaten Mempawah. Sehingga jalan yang di lalui warga desa Sepang sangat memprihatikan ditambah lagi tidak adanya aliran listrik yang masuk di desa tersebut," kata dia.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi jalan seperti ini. Padahal legislatif sudah mengaspirasikan, namun Pemda mampu memberikan satu tahun hanya sekitar Rp300 juta saja, yang akhirnya pembangunan menjadi terkendala.

"Apabila Pemerintah Mempawah serius penganggaran harus besar sekali sehingga efektif. Sudah saatnya pemerataan pembangunan harus dilakukan oleh pemimpin di masa depan, dengan harapan tidak ada lagi ketimpangan pembangunan di suatu daerah," pungkas dia. (ril/umr)