Disperindag Mempawah Pastikan Berita Telur Palsu Hoaks

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 324

Disperindag Mempawah Pastikan Berita Telur Palsu Hoaks
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP - Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Mempawah, Kurdiah memastikan tidak ada telur palsu yang beredar di Mempawah. Menurut dia, berita telur palsu itu sebenarnya hoaks atau kabar bohong.

“Kemarin ada laporan telur palsu di Mempawah. Sudah kami cek dan pastikan, tidak ada itu yang namanya telur palsu. Tidak beredar di Mempawah. Itu hoaks,” kata Kurdiah, kemarin.

Dia menjelaskan, untuk memastikan kebenaran informasi laporan telur palsu, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak ke semua toko-toko sembako di Mempawah. “Tidak ada telur palsu. Telur semuanya asli,” ucapnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya kabar atau berita adanya peredaran telur palsu, terlebih di Mempawah. “Masyarakat sekarang harus cerdas, harus dapat membedakan mana berita benar dan mana berita bohong,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Pangan Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan dugaan sementara motif dari peredaran hoaks telur palsu adalah untuk menakut-nakuti masyarakat untuk membeli telur. "Untuk menakut-nakuti," ujarnya di Markas Besar Polri, kemarin.

Meski begitu, penyelidikan kasus ini terus dikembangkan. Ia menyebut tidak menutup kemungkinan hoaks ini dirancang agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi telur.

Setyo menilai kemungkinan tersebut tidak bisa diremehkan lantaran telur merupakan salah satu sumber protein. "Bisa saja ini dampaknya untuk jangka panjang, saat sekarang anak-anak tidak lagi makan telur karena takut palsu, tidak mendapat protein yang cukup di masa pertumbuhan dan dewasanya," ujarnya.

Hoaks telur palsu bermula dari viralnya sebuah video yang menyebar di media sosial. Dalam vidoe tersebut terlihat seseorang laki-laki yang menguji telur dengan membuka cangkangnya hingga memeriksa putih dan kuning telur.

Video tersebut diketahui diambil di pasar Johar Baru Jakarta. Laki-laki tersebut mengatakan telur itu palsu lantaran terbuat dari bahan silikon yang kenyal dan dilapisi plastik.

Menurut Setyo, hoax telur palsu ini telah menyebabkan kerugian bagi para peternak telur. Di Blitar, omset peternak telur turun 30 hingga 40 persen. "Masyarakat khawatir untuk membeli telur," ujarnya.

Setyo pun menjamin tidak ada telur yang palsu, karena butuh teknologi canggih dan biaya mahal. "Sedangkan harga telur berapalah," ujarnya.

Setyo menyebutkan, Satga Pangan akan mengusut peredaran hoaks telur palsu menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada 30 Maret mendatang. "Jumat besok kami rapat kesiapan pangan jelang HBKN termasuk membahas telur palsu," ujarnya. (ben/tem/ang)