Pajak Konsumen Kuliner Terminal Ditunda

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 270

Pajak Konsumen Kuliner Terminal Ditunda
KULINER - Tompok Saji Kuliner, Terminal Mempawah. penetapan pajak 10 persen yang dibebankan kepada konsumen yang menikmati kuliner di kawasan ini ditunda. (Ist)
MEMPAWAH, SP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah kembali melakukan pertemuan dengan belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Tompok Saji Kuliner, Terminal Mempawah,  terkait penetapan pajak 10 persen yang dibebankan kepada konsumen yang menikmati kuliner yang dijual PKL tersebut. Pertemuan digelar di aula DPRD Mempawah, Selasa (29/8).

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Mempawah, H Anwar mengatakan, pertemuan DPRD dengan PKL Tompok Saji Terminal Mempawah, untuk menjelaskan hasil pertemuan pihaknnya dengan pihak Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah Mempawah dan Disperindagkop Mempawah, terkait keluhan PKL dengan penetapan pajak 10 persen pajak yang di bebankan kepada pelanggan mereka.

“Dari hasil pertemuan kita,  pemberlakuan pajak 10 persen untuk konsumen ditunda. Namun,  setiap pedagang mesti membayar pajak, sesuai dengan kemauan  berdasarkan hasil yang mereka peroleh,” kata H Anwar.

Menurutnya, ditundanya penetapan pajak 10 persen untuk konsumen kuliner di Terminal Mempawah sesuai dengan Perda Nomor 06 tahun 2010 tersebut, bukan menghilangkannya wajib pajak. Namun, dengan sistem pembayaran pajak yang berbeda.

“Sebelumya, setiap konsumen harus bayar pajak 10 persen. Namun saat ini, para pedagang yang dibebani pajak yang dibayar setiap bulannya, dan para pedagang yang dikenakan pajak sesuai dengan kesanggupan dan kejujuran mereka,”tuturnya.

Menurutnya, setiap pedagang tentunya akan membayar pajak dengan nilai berbeda dengan yang lainnya. 

“Nanti dari instansi terkait yang akan melakukan pendekatan ke pedagang, untuk sosialisasi pembayaran pajak yang dibebankan kepada pedagang," katanya. (ben/jek)