Senin, 23 September 2019


Manfatkan Pelabuhan Kijing Sebagai Gerbang Ekspor

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 360
Manfatkan Pelabuhan Kijing Sebagai Gerbang Ekspor

ilustrasi

Mempawah, SP - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan mendesak masalah pembebasan lahan pelabuhan Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit segera diselesaikan. Pembangunan Kijing diperkirakan menjadi pelabuhan termodern di Kalimantan.

“Kita terus dorong untuk melakukan komunikasi antara pelaksana pembangunan dan masyarakat. Masyarakat menuntut keterbukaan dan komunikasi, karena masalah harga bisa dibicarakan,” kata Daniel, Kamis (15/11).  

Menurut dia, warga menolak pembebasan lahan karena kurangnya komunikasi. Jika komunikasi berjalan baik, pembangunan pelabuhan internasional di Kijing dapat berjalan baik karena masyarakat sesungguhnya mendukung pelabuhan.  

“Jika tidak terjadi komunikasi yang baik, nanti pihak pembangun yang repot. Jika ada masalah tentunya pihak pembangunan yang dirugikan karena pembangunan terhambat,” katannya.  

Pelabuhan internasional akan banyak memberi manfaat. Gubernur Kalimantan Barat harus segera berkonsolidasi dengan bupati/wali kota agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.  

“Adanya pelabuhan internasional Kijing, Kalbar dapat langsung ekspor dan masyarakat punya akses pasar langsung ke luar negeri. Tentunya itu akan menjadi pendapatan asli daerah dan pajaknya langsung untuk kalbar. Jadi bukan lagi pendapatan Jakarta ataupun nasional.”  

Yang perlu dilakukan masing-masing kabupaten adalah mempersiapkan produk unggulan agar dapat dikspor ke luar Negeri.(ben)