Gusti Ramalana Sampaikan Enam Sasaran Strategis Program Kemenag

Mempawah

Editor Admin Dibaca : 110

Gusti Ramalana Sampaikan Enam Sasaran Strategis Program Kemenag
BACA AMANAT -Bupati Mempawah, Gusti Ramlana membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesi, Lukman Hakim Saifuddin pada peringatan Hari Amal Bakti yang ke 73, di halaman Kantor kemenag Mempawah, Kamis (3/1).
MEMPAWAH, SP - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti yang ke 73, di halaman Kantor kemenag Mempawah, Kamis (3/1). Upacara itu dipimpin langsung Bupati Mempawah, Gusti Ramlana.  

Pada kesempatan itu, Bupati Mempawah,  Gusti Ramlana  membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia,  Lukman Hakim Saifuddin.  

Saat membacakan sambutan dari Menteri Agama, Gusti Ramalana menyampaikan memasuki tahun 2019, terdapat enam sasaran strategis program Kementerian Agama yang telah digariskan.  

Di antaranya, meningkatkannya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, serta peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.  

"Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah, di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik," ujar Gusti Ramlana .  

Selanjutnya, dalam sambutannya pun Ramlana menerangkan tentangToleransi beragama, dan Toleransi Beragama dapat dimaknai sebagai sikap "menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain".  

Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem.  

Adapun pembangunan akhlak adalah aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar kita semua tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan kita. (ruben permana/jek)