Warga Anjongan Resah ODGJ Tanpa Busana

Mempawah

Editor Admin Dibaca : 409

Warga Anjongan Resah ODGJ Tanpa Busana
Ilustrasi
MEMPAWAH, SP - Warga Anjongan, Kabupaten Mempawah meresahkan keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliaran dengan tanpa busana disekitar Jalan Beringin 1, Desa Anjongan Dalam , Kecamatan Anjongan,  Kabupaten Mempawah.

Seorang warga  Anjongan, Isna mengatakan, sejak beberapa hari terakhir ini ia kerap kali melihat wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa dengan tanpa busana sehelai pun yang berkeliaran di Jalan Raya, Desa Anjongan Dalam, keberadaan wanita itu sudah sangat meresahkan.

“Beberapa hari saya lihat, masih menggunakan busana. Tapi, tadi (kemarin, red) sudah tidak memakai busana sama sekali,” kata Isna.

Ia mengatakan, keberadaan wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa yang berkeliaran tanpa busana itu, dikhawatirkan akan mengganggu warga.

“Takutnya, mengganggu anak-anak dan warga sekitar. Pagi tadi saja, mau masuk ke warung warga,” katanya.

Tak hanya itu, informasi  yang didengarkannya, wanita yang mengalami gangguan jiwa tersebut, pernah beberapa kali hamil. 

“Kita sangat berharap agar, wanita yang tanpa busana tersebut bisa ditertibkan pihak terkait,” katanya.

Kasi Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Mempawah, Heru Agung membenarkan, adanya seorang wanita yang meruapak warga asal Karangan  yang mengalami gangguan jiwa tanpa busana yang berkeliaran di sekitar Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah.

“Saya sekarang di Polsek Anjongan untuk mengeceknya, sekaligus berkoordinasi mengenai ini. Karena siang tadi, sudah tidak ada lagi. Wanita yang mengalami gangguan jiwa tersebut, biasanya berkeliaran pagi hari,” kata Heri Agung.

Ia mengatakan, pihaknya akan turun langsung  mencari keberadaan wanita tanpa busana yang mengalami gangguan jiwa di Kecamatan Anjongan. Informasi yang diterima beberapa hari lalu, wanita tersebut berada di Kecamatan Toho dan sudah diberikan baju oleh warga, tetapi dibuangnya lagi.

“Orang gila ini sudah meresahkan warga. Jika ketemu, akan langsung kita amankan dan nantinya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Singkawang,” tegasnya. 

Tokoh Pemuda Kabupaten Mempawah, Muhlis Saka mengapresiasi Dinas Dosial Mempawah yang sigap menangani ODGJ yang tanpa busana di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah. 

 “Kita sangat mengapresiasi Dinas Sosial dalam  penanganan terhadap orang yang gangguan mental (ODGJ) di Mempawah,” katanya.

Ia  mengatakan, setiap warga negara yang memiliki keterbelakangan mental menjadi tanggung jawab pemerintah melalui dinas terkait. Dimana persoalan itu dapat diatasi, jika fungsi dan tanggung jawab dinas terkait mengenai persoalan ODGJ di Mempawah.

“Karena hal itu sudah di atur dalam konstitusi. Dan mereka juga memiliki hak yang sama di negeri ini,” tegasnya. 

Selain dari itu, ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak memperlakukan ODGJ secara tidak masnusiawi, alangkah baiknya jika warga menemukan ODGJ dan dianggap sudah meresahkan, maka segera melapor ke dinas terkait, agar bisa ditindaklanjuti.

“Perlakukan mereka layaknya manusia, mereka seperti itu juga bukan karena kemauan mereka sendiri,” pungkasnya. (ben/jek)