Sabtu, 21 September 2019


Polisi Selidiki Pembakaran Pondok PT WIKA di Pelabuhan Kijing Mempawah

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 573
Polisi Selidiki Pembakaran Pondok PT WIKA di Pelabuhan Kijing Mempawah

Pondok PT WIKA di Pelabuhan Kijing Mempawah dibakar

MEMPAWAH, SP - Sejumlah warga yang tidak diketahui identitasnya diduga membakar pondok atau gubuk yang dibangun PT WIKA, di Gang Nelayan, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kamis (28/2),

Usai dibakar, lokasi perusahaan PT WIKA, yang merupakan pelaksana pembangunan pelabuhan Internasional Kijing dijaga oleh pihak aparat, baik dari Kodim 1201 maupun dari Polres Mempawah.

Seorang warga Gang Nelayan, yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan, pembakaran yang dilakukan warga diduga karena kesal, lantran janji pihak perusahaan untuk melakukan pembayaran terhadap kelong dan togok yang terkena terdampak pembangunan pelabuhan Internasional Kijing, tidak juga ditepati.

“Jadi, hanya janji janji yang diberikan pihak perusahaan untuk membayar ganti rugi togok dan kelong,”katanya

Menurutnya, terjadinya pembakaran tersebut, karena pihak perusahaan berjanji akan mendatangi warga untuk menilai harga togok dan kelong.

“Karena, merasa kesal, makanya warga membakar gubuk yang beratap terpal daun nipah itu,” katanya.
Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya dugaan pembakaran gubuk tak permanen, di Gang Nelayan, Desa sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, pihaknya langsung melakukan pengecekan dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Gubuk milik perusahaan PT WIKA itu, untuk meneropong pembangunan pelabuhan internasional yang ada di steiger (dermaga) umum, saat kita mendapatkan informasi gubuk itu dibakar, kita langsung mendatangi lokasi,” kata Kapolres.

Ia mengatakan, dari informasi yang dihimpun pembakaran gubuk tersebut, dipicu adanya janji-janji dari pihak PT Pelindo, yang akan mendatangkan tim appraisal untuk menilai harga kelong maupun togok masyarakat, yang sudah dijanjikan akan dinilai kemarin.

“Mungkin, karena masyarakat kesal janji -janji pihak perusahaan untuk menilai mata pencaharian nelayan juga tidak terealisasi, maka terjadilah pembakaran gubuk tak permanen itu,” katanya.

Ia mengatakan, karena peristiwa ini diduga adanya pelanggaran pidana yang bisa merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban orang kain, maka pihaknya tetap akan menindaklanjuti.
“Masih dalam proses penyidikan kami,” katanya.

Ia menegaskan, dari belasan warga yang ada dilokasi pihaknya sudah mengantongi dua nama yang diduga sebagai dalangnya.
“Informasinya,warga meminta agar pihak PT WIKA tidak melakukan aktivitas di kawasan mereka” terangnya.

Wakil Laskar Anti Korupsi (LAKI) Provinsi Kalbar, Andi Kamaruddin mengatakan terjadinya pembakaran gubuk tersebut, disebabkan karena permasalahan ganti rugi untuk para nelayan belum terealisasi hingga saat ini.

“Sudah beberapa kali, janji-janji yang di tunggu masyarakat. Namun tak ditepati. Ini yang membuat masyarakat menjadi kecewa dan merasa dibohongi, berdampaklah pada pembakaran ini,” katanya.
Ia mengatakan, pada dasarnya masyarakat sangat mendukung pembangunan pelabuhan Internasional Kijing, bahkan masyarakat juga ingin secepatnnya diselesaikannya.

“Nelayan sudah dilarang untuk beraktivitas di kelong dan togo milik mereka yang terkena dampak pembangunan pelabuhan itu. Sementara ganti rugi hingga saat ini belum teralisasi, yang ada hanya janji palsu,” tegasnya

Ia berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah. (ben/jek)