Jenazah Migran Asal Mempawah Dipulangkan

Mempawah

Editor elgiants Dibaca : 244

Jenazah Migran Asal Mempawah Dipulangkan
KEDATANGAN - Keluarga menyambut kedatangan jenazah pekerja migran Indonesia asal Mempawah, Rianto di rumah duka Dusun Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kamis (14/4).
Pembiayaan Ditanggung Pemkab

MEMPAWAH, SP -
Jenazah pekerja migran Indonesia asal Mempawah, Rianto telah dipulangkan ke rumah duka Dusun Sepang, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah,  Kamis(14/4).

Ibu korban, Idawati (44) menangis histeris menyambut kedatangan jenazah anak kandungnya yang diduga di bunuh oleh rekan nya sendiri  saat bekerja di negeri jiran, Malaysia.

Meskipun saat itu kondisi hujan sangat deras, Kedatangan jenajah Rianto dari Malayasia ini disambut langsung oleh pihak keluarga korban, Kepala Disperindaknaker Mempawah, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Mempawah, Dinas Sosial Mempawah, BP3TKI Pontianak, Kades Sepang. Seketaris SBMI Kabupaten Mempawah, Iswandi mengatakan proses pemulangan jenazah almarhum Rianto ini cukup lama, sejak peristiwa kejadian dugaan pembunuhan, hingga pemulangan ke rumah duka sekitar tiga pekan.

“Sebelumnya, seharusnya pihaknya BP3TKI dan KJRI diharapkan berupaya memulangkan jenazah almarhum. Karena adanya kendala dalam proses pemulangan itu. Makanya kami mengambil langkah, dengan berkoordinasi langsung dengan pihak Pemerintah Daerah Mempawah dalam biaya pemulangannya,” katanya.

Ia mengatakan ketika berkoordinasi dengan Pemkab Mempawah, Bupati Mempawah menyanggupi untuk pembiayaan  pemulangan warga Mempawah yang diduga dibunuh di Malaysia tersebut. Meskipun diketahui, sebelumnya korban tidak memiliki dokumen lengkap. “Seharusnya untuk biaya pemulangan ini dari pihak BP3TKI, dengan mengkoordinasikan dengan instansi terkait.

Namun karena lambatnnya kinerja mereka, sehingga kita mengusulkan melalui Pemerintah Daerah,” katanya. Plh Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan di BP3TKI Pontianak, Nurlita Yustikasari mengatakan proses pemulangan jenazah Rianto(34) melalui Entikong. Setelah dilakukan serah terima kepada BP3TKI di Entikong, maka jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga.

"Status  korban ini di akhir tahun lalu bukan lagi TKI, namun sudah Warga Negara Indonesi (WNI, karena sudah tidak bekerja di sana. Meskipun bukan TKI, kita profesional dan andil dalam pemulangannya,” katanya. Kerabat korban, Sahidin mengharapkan, pelaku pembunuhan terhadap kerabatnnya, saat bekerja di Malaysia,  ditindak tegas.

“Saya minta pelaku ditindak tegas. Jika perlu berikan hukuman mati,” katanya. Selain itu, ia juga mengharapkan keluarga korban bisa hadir ketika pemberian proses hukuman terhadap pelaku pembunuhan terhadap ketabatnnya. “Karena kita sangat berharap pelaku pembunuhan bisa diberikan hukuman yang setimpal,” katanya.

Plt Kepala Desa Sepang, Joni berterima kasih terhadap sejumlah pihak yang telah membantu proses pemulangan jenzah warganya ini. Karena sebelumnya ia kebingungan,  ketika mengetahui warganya meninggal di Malaysia tetuma untuk proses pemulangan.

"Untuk itu, saya berpesan, jika ada yang ingin pergi bekerja ke luar negeri, alangkah baiknnya melengkapi dokumen, agar tidak terjadi persoalan kedepannya," ungkapnya. (ben/jek)
 

Keluarga Tidak Mampu Mengeluarkan Biaya

Sebelumnya Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Mempawah, Heru Agung mengatakan, untuk proses pemulangan jenazah Rianto ini, pihaknya bersama dengan instansi terkait menggelar rapat kerja untuk mengusulkan pembiayaan pemulangan, lantaran pihak keluarga sudah menyampaikan kepada Pemkab Mempawah, terkait ketidakmampuannya untuk memulangkan jenazah korban.

“Pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk proses pemulangan. Maka, kami tindaklanjuti dengan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah sebagai solusi dari permasalahn ini,” tuturnya.

Heru mengatakan, dalam pengajuan anggaran itu, pihaknya mengajukan permohonan kepada Bupati Mempawah melalui Sekretaris Daerah (Sekda). “Biaya yang dibutuhkan untuk proses pemulangan jenazah dari Malaysia sekitar 4.800 ringgit atau Rp 16,8 juta. Pihak keluarga juga memohon bantuan untuk biaya pendampingan jenazah selama di Malaysia,” ungkapnya. (ben/jek)

Komentar