Luas Lahan Terbakar Terbesar di Desa Galang

Mempawah

Editor elgiants Dibaca : 95

Luas Lahan Terbakar Terbesar di Desa Galang
PADAMKAN API – Petugas sedang memadamkan api yang membaakr lahan di sebuah kawasan di Kabupaten Mempawah, baru-baru ini. Pemerintah daerah diharap intens mengimbau warga untuk membuka lahan dengan tidak dibakar.
MEMPAWAH, SP - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Hermansyah mengatakan terdata sebanyak lima kecamatan masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Mempawah, Kamis(11/4).

“Lima kecamatan yang terdata terjadi di Kecamatan Mempawah Hilir, Anjongan, Siantan, Sungai Kunyit dan Sungai Pinyuh,” katanya.

Menurutnya, dari lima kecamatan itu, luas lahan terbesar terjadi Karhutla berada di Kecamatan Sungai Pinyuh. 

“Lahan terbakar terbesar di Desa Galang sekitar 8 hektare dan Desa Sungai Rasau 3,5 hektare. Sementara untuk urutan kedua di Kecamatan Sungai Kunyit, dengan total lahan terbakar sekitar 6,5 hektare,” ungkapnya. 

Dari lima kecamatan tersebut terjadi karhutla sejak 4 April hingga saat ini dengan total sekitar 27 hektare.

Untuk menangani Karhutla, pihaknya melakukan pemadaman dengan berkoordinasi dengan semua pihak baik itu TNI, polri, manggala agni, Pokmas.

Petugas mengalami kesulitan memadamkan kebakaran karena kesulitan memperoleh sumber yang jauh dari titik api. 

“Mobil pemadam kita tak bisa masuk sehingga melakukan pemadaman dengan mengangkut mesin portable dengan menggunakan kendaraan motor,” katanya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak camat maupun desa, dan melakukan imbauan agar masyarakat membuka lahan agar tidak dengan cara dibakar.

“Penyebabnya ini karena perilaku manusia,” imbuhnya. 

Sementara Dandim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu menegaskan dalam melakukan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Mempawah, dimana Kodim 1201/Mpw, mempunyai semboyan ‘pantang pulang sebelum padam’.

“Itu semboyan kita, dalam melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di wilayah hukum Kodim Mempawah,” katanya.

Menurutnya, dalam melakukan pemadaman karhutla di wilayah Mempawah, diakuinya hingga saat  ini masih melakukan pemadaman. 

Sementara Tokoh Pemuda Kabupaten Mempawah, Muhlis Saka mengatakan, kerapnya terjadi Karhutla di Kabupaten Mempawah harus disikapi pemerintah daerah dengan memberikan solusi terhadap masyarakat.

“Jadi, pemerintah, juga harus bisa memberikan solusi, agar masyarakat yang membuka lahan tidak dilakukan dengan cara dibakar, seperti menyediakan alat,” tegasnya.

Sosialisasi dan imbauan  mengenai dampak akan Karhutla  juga harus terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya Karhutla. (ben/bah)