Jumat, 15 November 2019


Sempat Langka, Elpiji Stabil Lagi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 89
Sempat Langka, Elpiji Stabil Lagi

TERSEDIA – Elpiji tiga kilogram tersedia di Pangkalan SPBU Desa Pasir, kemarin. Warga diminta tenang karena suplai elpiji ke pangkalan kembali normal.

MEMPAWAH, SP - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kabupaten Mempawah, Yusri menegaskan bahwa ketersediaan elpiji tiga kilogram di Kabupaten Mempawah normal. Diakuinya bahwa pasca lebaran sempat terjadi kekurangan elpiji. 

“Kemarin memang sempat terjadi kekurangan elpiji 3 kilogram karena masih terdapat pangkalan yang tidak buka alias libur, sehingga permintaan dari pengecer tidak terpenuhi,”katanya, kemarin.

Tak hanya itu, terjadi kekurangan elpiji 3 kilogram disebabkan pengiriman dari depot pengisian pertamina ada pengurangan jam kerja pekerja yang libur lebaran. Namun sejak Senin (10/6) kondisi ketersediaan sudah lebih baik dan pendistribusian mulai stabil.

“Saat ini, untuk kondisi gas elpiji sudah mulai stabil,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta pihak-pihak pangkalan untuk melayani kembali pengecer, agar tak ada lagi masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji. Sehingga masyarakat tak perlu lagi khawatir mengenai stok LPG.

“Jadi, masyarakat tak perlu lagi khawatir mengenai stok elpiji karena saat ini sudah kembali normal,”tegasnya.

Sementara Manager Lapangan SPBU Desa Pasir, Dwi Suharyanto mengatakan permintaan gas elpiji di pangkalan di desa pasir diakuinya banyak. Namun, pasokan yang datang dari agen masih sesuai jadwal di pangkalan Desa Pasir.

“Dalam sepekan, pangkalan SPBU Desa Pasir menerima dua kali pengiriman di mana sekali pengiriman sekitar 140 tabung,”katanya.

Ia berkata, jumlah pengiriman dari agen ke pangkalan SPBU Desa Pasir bisa saja diusulkan penambahan, hal itu dilihat dari kebutuhan masyarakat terhadap elpiji.

"Kita bisa usulkan penambahan, tergantung keadaan di lokasi, tinggal dilihat pasokan di depot ada atau tidaknya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa elpiji tidak sulit untuk mendapatkannya, namun biasanya  setiap rumah tangga selalu menyetok satu tabung.

"Saya kira tidak ada kekurangan dalam pemenuhan gas elpiji bersubsidi di Mempawah. Hanya saja diakuinya jumlah pemakaiannya sedang meningkat terutama di hari besar  keagamaan,”katanya. (ben/bah)

Warga Rela Antre 

Martinus (67), warga Desa Pasir mengakui bahwa di pangkalan SPBU Desa Pasir stok elpiji tiga kilogram menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H lekas habis.

"Dalam minggu-minggu ini gas elpiji cepat habis dan jika pun ada pada sore atau malam hari dijual di took-toko," katanya.

Ia terpaksa mengantre di pangkalan karena untuk mencari harga yang lebih murah dibandingkan harga yang dijual di toko took yang harganya berkisar Rp 20 ribu.

“Makanya saya rela mengantre karena harga elpiji 3 kilogram di pangkalan hanya berkisar Rp 16.500,” katanya. (ben/bah)