Siagakan Puskesmas Tangkal Cacar Monyet

Mempawah

Editor elgiants Dibaca : 53

Siagakan Puskesmas Tangkal Cacar Monyet
Foto ilustrasi penderita cacar monyet
MEMPAWAH, SP- Bupati Mempawah, Erlina menegaskan bahwa di Kabupaten Mempawah belum ditemukan indikasi  warga Mempawah terinfeksi penyakit cacar monyet yang ditularkan dari hewan-hewan primate seperti tikus, tupai dan monyet.

“Mudah mudahan penyakit itu jangan ada di Mempawah,” katanya, kemarin.

Dirinya menginstruksikan agar dinas kesehatan dan puskesmas-puskesmas yang ada di Mempawah, untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan menjauh jika terdapat adanya indikasi-indikasi yang mengarah pada cacar monyet.

“Makanya saya mengimbau, masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan menjauhi indikasi indikasi menyenai cacar monyet,” tegasnya.

Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah,Mukhtar Siagian membenarkan di Kabupaten Mempawah belum ada indikasi warga terkena cacar monyet.

“Belum ada ditemukan di Mempawah,” tegasnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya telah membuat surat edaran ke puskesmas terkait penyakit menular cacar monyet. 

“Kita sudah membuat surat  edaran ke puskesmas terkait cacar monyet dan masyarakat diimbau untuk waspada dan selalu menjaga kebersihan,” katanya.

Dalam isi surat imbauan tersebut, menginformasikan kepada masyarakat terkait gejala gejala cacar monyet, meningkatkan kewaspadaan jika terdapat penyakit yang diduga penyakit monkey pox, petugas harus menggunakan alat pengaman dalam menanganinya, dan jika ditemukan segera melaporkan ke dinas kesehatan.

“Belum ditemukan penyakit cacar monyet di sini. Meskipun begitu ,di  indonesia semuanya melakukan antisipasi melalui puskesmas-puskesmas,” katanya.

Siagian mengatakan bahwa gejala awal cacar monyet tersebut seperti cacar biasa. Namun, perbedaannya cacar monyet lebih seram dibandingkan dengan cacar monyet. 

“Cacar monyet tidak mematikan jika cepat ditangani,” katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat yang memelihara hewan primata atau hewan pengerat untuk berhati-hati karena penyakit tersebut berasal dari hewan pengerat. (ben/bah)

Sejarah Penyakit 

Perubahan lingkungan saat ini tidak hanya memberikan dampak terhadap pemanasan global, namun juga akan memengaruhi pola hidup virus serta bakteri penyebab penyakit. Evolusi akibat adaptasi terhadap lingkungan memicu perubahan transmisi penyakit pada binatang hingga dapat menjangkiti manusia. Cacar monyet merupakan salah satunya.

Seorang warga asal Nigeria dikonfirmasi positif mengalami cacar monyet saat tengah berkunjung ke Singapura pada awal bulan Mei hingga akhirnya dikarantina. Hal ini sontak menimbulkan ketakutan dan kewaspadaan, mengingat penyakit ini awalnya hanya ditemukan di daratan Afrika, dan dapat menular dengan mudah melalui kontak udara.

Cacar monyet (monkeypox) ditemukan pertama kali pada tahun 1970 di negara Kongo, dan pertama kali ditemukan di luar Afrika pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Virus ini menyebar terutama di Afrika Tengah dan Aftika Barat.

Seperti penyakit cacar pada umumnya, cacar monyet disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV) yang merupakan bagian genus Orthopoxvirus.

Ada dua fase infeksi yang dapat dikenali bagi seseorang yang terkena cacar monyet, yaitu fase invasi dan fase munculnya tanda di kulit. (kum/bah)

Komentar