Senin, 23 September 2019


Harga Sayur Melonjak Drastis

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 133
Harga Sayur Melonjak Drastis

SAWI HIJAU – Pembeli tampak memilih sawi hijau di pasar di sebuah daerah. Di Mempawah, harga sayuran itu naik drastic dari Rp 7 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogramnya.

MEMPAWAH, SP – Harga kebutuhan pokok dan sayur-mayur di Pasar Tradisional Sebukit Rama, Kecamatan Mempawah hilir, Kabupaten Mempawah melonjak drastis hingga mencapai 200 persen. Kenaikan harga itu sudah dialami warga dari sepekan paska-Idul Fitri 2019. 

Eti (43), pedagang di Pasar Sebukit Rama membenarkan bahwa sejak sepekan setelah Idul Fitri 2019, harga kebutuhan pokok dan sayur-mayur di sejumlah pasar mengalami kenaikan.

"Saat ini, harga-harga barang banyak mengalami kenaikan, terutama sayur-mayur. Kenaikannya mencapai 250 persen dari harga sebelumnya," katanya, Senin(24/6).

Dipaparkan, seperti harga sawi keriting, sebelumnya harga per kilogram Rp 15 ribu, kini naik menjadi Rp 45 ribu. Bawang putih dari Rp 30 ribu menjadi Rp 38 ribu, sawi hijau Rp 7 ribu kini mencapai Rp 30 ribu, begitu juga tomat yang biasanya per kilogram Rp 10 ribu naik jadi Rp 30 ribu.

"Kenaikan saat ini, seperti sawi hijau dan sawi keriting, mencapai 200 persen lebih dari harga biasanya," katanya.

Eti tak tahu penyebab kenaikan harga sayur-mayur tersebut. Harga sayur yang dibelinya dari agen langganan, sudah naik.

"Baik dari agen langganan sayur di Pontianak maupun dari Singkawang banyak mengalami kenaikan. Infonya kenaikan harga itu karena barang belum datang dari daerah Jawa, tetapi saya tidak tahu jelasnya seperti apa," ujarnya. 

Eti pun mengungkapkan bahwa tak hanya pedagang, pedagang pun mengeluhkan kenaikan itu. Sebab, pedagang harus mengeluarkan biaya dua kali lipat untuk pasokan sayur. 

"Rata-rata, baik konsumen maupun pedagang mengeluh harga-harga naik. Kami sebagai pedagang harus mengeluarkan modal dua kali lipat untuk membeli barang pasokan. Omzet kami pun menurun," katanya.

Lantaran harga tinggi, kata Eti, saat ini pedagang biasnya beli sayur sampai 20 kilogram untuk satu jenis sayuran, saat ini hanya mampu beli 10 kilogram. Sebab, jika tak laku, maka pedagang akan tekor.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Elly membenarkan bahwa saat ini harga sayur-mayur di kawasan Pasar Tradisional Sebukit Rama naik.

"Saat ini harga sayur-mayur banyak mengalami kenaikan, namun untuk harga ayam dan daging masih sama," ungkapnya. 

Dikatakan bahwa kenaikan itu berasal dari agen pemasok sayur-mayur. 

"Jadi, harga dari agen memang sudah naik," ujarnya. 

Pihaknya terus melakukan pemantauan terkait harga dan stok barang. Jika terjadi kelangkaan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemprov untuk menindaklanjutinya.

"Saat ini belum ada barang yang langka," katanya. (ben/bah)

Tekan Pengeluaran Harian

Yuni (37), warga Mempawah mengeluhkan naiknya harga sayur-mayur yang terbilang tinggi. Padahal, hari raya Idul Fitri 2019 telah lama usai.

"Biasanya menjelang Idul Fitri harga-harga banyak mengalami kenaikan. Namun, saat ini Idul Fitri sudah lama lewat, kenapa barang banyak naik?" katanya.

Dirinya pun terpaksa menekan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Saya harus mengurangi kebutuhan setiap harinya agar keuangan bisa mencukupi sampai sebulan," katanya. (ben/bah)