Kamis, 14 November 2019


Dewan Ngacir, Rapat Diskors

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 130
Dewan Ngacir, Rapat Diskors

TAK KUORUM – Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Kepala Daerah mengenai Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2018 di Kantor DPRD Mempawah, Selasa (25/6) sempat tak kuorum. Akhirnya, rapat sempat diskors.

MEMPAWAH,SP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Kepala Daerah mengenai Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2018. 

Rapat itu dilaksanakan di Aula Sidang DPRD Kabupaten Mempawah, Selasa (25/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Safruddin yang dihadiri Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi dan jajaran OPD di lingkungan Pemkab Mempawah.

Lantaran anggota dewan yang hadir tak memenuhi kuorum atau hanya 11 orang dari jumlah 35 orang, rapat tersebut harus diskors hingga pukul 13.00 WIB. 

Padahal, sebelum diberlangsungkannya rapat paripurna, terdapat sekitar 17 anggota dewan yang hadir dan membubuhkan tanda tangan kehadiran. Namun, saat rapat paripurna tersebut hendak dimulai, sejumlah dewan menghilang entah ke mana. 

Diskorsnya rapat paripurna itu berawal dari instruksi sejumlah anggota dewan yang hadir,salah satunya anggota DPRD Mempawah dari Fraksi PDIP Mempawah, Rusli Abdullah.

"Maaf Pak Ketua Dewan, melihat jumlah dewan yang hanya kuorum dalam tanda tangan, namun tak kuorum dalam jumlah fisik, maka rapat ini harus diskors atau ditunda," katanya. 

Berdasar aturan tata tertib dalam rapat paripurna, jumlah dewan harus kuorum 50 persen plus 1, baik dalam jumlah tanda tangan kehadiran maupun kuorum dalam segi fisiknya.

"Rapat belum dimulai dan kuorum hanya tanda tangan. Jika dilanjutkan, akan menyalahi aturan yang ada. Maka, saya minta rapat ini harus diskors atau ditunda sambil menunggu dewan yang lainnya. Sebab, jika dilanjutkan, maka paripurna ini cacat hukum," katanya.

Dikatakan, jika rapat ini tak kuorum setelah diskors selama satu jam1 jam, Maka selambat-lambatnya harus ditunda selama tiga hari ke depan. 

"Kita tak ada niat menghambat program pemerintah. Namun, karena ini aturan, maka harus ditaati karena saat ini anggota dewan yang ada hanya sekitar 11 orang," katanya.

Bupati Mempawah, Erlina mengatakan, tak kuorumnya  rapat penjelasan pertanggungjawaban kepala daerah terkait Raperda tahun 2018 tak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di Mempawah.

"Ini biasa dan dinamika. Diskors atau ditundanya rapat paripurna inipun tak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di Mempawah," katanya.

Erlina menjelaskan, skors terjadi karena jumlah anggota dewan tak memenuhi kuorum, sedangkan tanda tangannya mencukupi.

"Mungki saat hendak dibuka rapat paripurna, dewannya ada urusan karena tanda tangannya mencukupi kuorum," paparnya

Erlina berharap DPRD Mempawah dan Pemkab Mempawah bisa berjalan harmonis agar program pemerintahan berjalan baik. (ben/bah)

Mesti Disiplin

Tokoh Pemuda Purun, Ahmad Zaini meminta anggota DPRD Mempawah disiplin pada kerja. 

“Mereka kita pilih bukan untuk bersenang-senang, tetapi bekerja untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik,” katanya. 

Zaini mengingatkan bahwa di pundak dewan ada aspirasi-aspirasi warga yang mesti diperjuangkan. Warga memilih mereka juga untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan. 

“Untuk itu, jangan abaikan amanah yang sudah diberikan warga kepada mereka. Pertanggungjawabannya akan berat kelak di akhirat jika mengganggap kursi legislator sebagai kursi untuk meraih kemewahan sosial,” ungkap Zaini. (ben/bah)