Minggu, 15 Desember 2019


Pelindo Tunggu Kepastian Relokasi Makam

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1539
Pelindo Tunggu Kepastian Relokasi Makam

TINJAU MAKAM - Para pengurus YPKOT meninjau lokasi pekuburan yang terdampak pembangunan pelabuhan, belum lama ini. Ist

Satgas Pengadaan Tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mempawah, Sholihin menegaskan bahwa pihak PT Pelindo II masih bingung mencairkan dana pembebasan lahan komplek pemakaman Tionghoa sebesar Rp 26 Miliar.  

Ganti rugi pembebasan lahan di Desa Tg Sanggau, Kecamatan Sungai Kunyit itu terkait dampak pembangunan Pelabuhan Internasional di Kijing.

"Jadi, pihak Pelindo masih bingung terkait penyerahan pembayaran ganti rugi terhadap yayasan Tionghoa, yang masih ada perselisihan antara yayasan YPKT (Yayasan Pelayanan Kematian Orang Tionghoa) dan YBB (Yayasan Bhakti Baru)," katanya, kemarin.

Dikatakan bahwa pihak Pelindo II ingin kepastian relokasi makam dari yayasan Tionghoa itu. 

"Itu yang Pelindo minta kepastian. Ada silang pendapat tentang relokasinya antara YBB yang ingin (relokasi makam) di Semudun dan YPKOT maunya di Desa Pasir," ungkapnya.

diungkapkan bahwa terkait ganti rugi sudah final. Informasinya, pihak Pelindo II sudah mau mengadakan pertemuan terkait ganti rugi tersebut karena Pemda Mempawah yang akan memutuskan terkait perseteruan tersebut.

"Infonya pemda (Mempawah) yang akan memutuskan relokasi karena pemda yang memberikan izin di Semudun maupun di Desa Pasir," katanya.

Lebih jauh, informasi yang beredar bahwa Pemda Mempawah akan menyetujui relokasi makam di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. 

Seperti diberitakan sebelumnya, perebutan uang ganti rugi komplek pemakaman Tionghoa di DesaTg Sanggau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, itu melibatkan dua kepengursan yayasan yakni YPKOTdan YBB. Kedua yayasan ini berseteru dalam hak penerima ganti rugi areal makam oleh Pelindo II. 

Padahal, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah memformulasikan solusi ganti rugi yang harus dibayarkan PT Pelindo II. Di mana kedua yayasan menerima ganti rugi dengan luas lahan yang dimiliki masing-masing. (ruben/bah)