Siapkan Lulusan SMK Terampil

Mempawah

Editor elgiants Dibaca : 81

Siapkan Lulusan SMK Terampil
PRAKTIK – Siswa-siswi SMK jurusan teknik elektro sedang belajar praktik memperbaiki perangkat kelistrikan. Di Mempawah, siswa-siswi SMK Negeri 1 akan dilatih pengetahuan tentang bauksit untuk disiapkan dan dipekerjakan di perusahaan yang bergerak di sekto
MEMPAWAH, SP -  Menyongsong pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Kabupaten Mempawah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) terkait revitalisasi SMKN 1 Mempawah Hilir. 

Penandatangan MoU itu dilaksanakan di SMKN 1 Mempawah, Kamis (8/8) pukul 10.30 WIB. Tujuan MoU itu adalah menyiapkan tenaga kerja terampil dari lulusan SMK untuk bekerja di perusahaan bauksit tersebut. 

Mou tersebut dihadiri pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar. Direktur PT BAI, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi serta sejumlah pejabat OPD di lingkungan Pemda Mempawah, para camat, kades, dewan guru dan lainnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Surpianus Herman mengatakan revitalisasi ini untuk menunjang kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Revitalisasi pendidikan untuk mendorong SMK dapat menyediakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Inpres No 9 Tahun 2016 terkait revitalisasi SMK. Disebutkan bahwa SMK harus melakukan kerja sama dengan pihak dunia usaha dan dunia Industri yang melibatkan beberapa instansi terkait.

" Jadi, terkait MoU ini merupakan satu di antara pelaksanaan revitalisasi SMK,” katanya.

Sedikitnya ada empa hal pokok terkait MoU ini yaitu penyelarasan kurikulum, sarana prasarana, kerja sama dan lulusan SMK. Keempat unsur tersebut akan dibantu PT BAI. 

"Sarana prasarananya yaitu dibantu kelas khusus untuk produksi, tenaga pendidik yang langsung dari perusahaan dan akan langsung praktik di perusahaan. Anak-anak yang lulus SMK bisa bekerja di perusahaan, di PT BAI maupun perusahaan lainnya," katanya.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, SMKN 1 Mempawah dan PT BAI bersama-sama membuka jurusan baru di SMK itu. Jurusan yang dibuka tentu menyesuaikan kebutuhan perusahaan tersebut.

"PT BAI ini (bergerak di usaha) pemurnian bauksit. Mereka akan mencetak tenaga-tenaga pemurnian bauksit dengan membuat kelas khusus di SMK N 1 Mempawah," katanya.

Di dalam MoU itu, ada butir-butir kesepahaman. Dengan adanya dasar hukum tersebut, pihaknya bisa memonitor perkembangannya.

Sementara Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengapresiasi perusahaan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang melakukan MoU terkait revitalisasi SMK. 

"Karena ini untuk mencetak generasi dalam meningkatkan sumber daya di Mempawah," katanya.

Pagi merasa bangga SMK N 1 Mempawah Hilir  ditambah program pendidikannya, yang tentunya akan bermanfaat bagi siswa dan siswi dan bagi pembangunan di Mempawah maupun di Kalbar.

"Kepala sekolah siap-siap, akan banyak masyarakat menyerbu untuk memasukkan anaknya di SMK N 1 Mempawah," katanya.

Ia berpesan SMK harus menyusun program prioritas agar siswa-siswi lulusannya bisa dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan di Mempawah. 

Sementara Pelaksana Tugas Direktur Utama PT BAI, Bambang Wijanarko mengatakan MoU ini merupakan tahap awal rencana besar dalam pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. 

Perencanaan pada MoU ini agar bisa menyerap tenaga kerja dari tenaga yang disiapkan di SMK N 1 Mempawah.

"Dari awal sekali kita rencanakan agar ketika sudah beroperasi, bisa menyerap tenaga kerja dari Mempawah," katanya.

Kerja sama yang dilakukan ini yakni pihaknya akan menyediakan kurikulumnya, fasilitas praktikum maupun tenaga pengajarnya.

"Jadi, siswa di sini ke depan (dicetak) untuk posisi-posisi dan kompetensi yang dibutuhkan pihak perusahaan. Jangan sampai kita beroperasi, kompetensinya belum tersedia," katanya.

Diungkapkan bahwa tenaga kerja yang dibutuhkan di Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) diperkirakan sekitar 700 hingga 1.000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Dikatakan bahwa warga Mempawah lebih diprioritaskan.

"Secara umum, warga Mempawah lebih diprioritaskan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mulai melakukan groundbreaking (terobosan), diperkirakan sekitar akhir Agustus 2019. Pada 2022 sudah bisa operasi.

"Target pembangunannya sekitar 36 bulan," katanya. (ben/bah)

Ubah Paradigma SMK

Kepala Bidang Pembinaan SMK Provinsi Kalbar, Urai Muhani menegaskan dalam Inpres No 9 Tahun 2016 terkait revitalisasi SMK, SMK harus berubah paradigma sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

"Dengan adanya inpres ini, SMK dituntut kreatif untuk membuat terobosan dengan bekerjasama dengan para industri, dengan cara membuka kelas industri yang langsung disambut dengan PT BAI," katanya.

MoU ini berarti. Pada tahun pelajaran 2020-2021, SMK N1 Mempawah Hilir akan mempunyai kompetensi keahlian baru yaitu teknik elektro, kimia industri dan teknik permesinan.

"Dengan adanya kerja sama ini, tamatan ini sudah siap bekerja sesuai kompetensinya," katanya. (ben/bah)