Dua Warga Tersangka Pembakar Lahan

Mempawah

Editor elgiants Dibaca : 124

Dua Warga Tersangka Pembakar Lahan
PADAMKAN API – Petugas sedang memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Mempawah, baru-baru ini. Polres setempat akan tegas menindak pembakar lahan. Ist
MEMPAWAH, SP - Satuan Reskrim Polres Mempawah menangkap dua warga yang diduga membuka lahan dengan cara dibakar di dua kawasan berbeda di Kabupaten Mempawah, Jumat (9/8).

Dua warga itu yaitu S diduga membakar lahan di Jalan Pangsuma, RT 032 RW 09  Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur dan D (34) di Gang Suka Rame RT 11 RW 004, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Sutrisno mengatakan penangkapan kedua pelaku itu saat petugas sedang melakukan patroli terkait karhutla.

"Saat petugas sedang melakukan patroli, petugas melihat kedua warga tersebut sedang membersihkan lahannya dengan cara membakar, yang menimbulkan asap yang cukup banyak," katanya, Senin(12/8).

Melihat kejadian tersebut, petugas langsung mengamankan kedua pelaku. 

"Pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang dalam proses penyidikan di Polres Mempawah," katanya.

Diungkapkan bahwa hingga Agustus 2019, Polres Mempawah sudah menangani tiga kasus pelaku membuka lahan dengan cara dibakar. Satu di antaranya sudah diproses di Kejaksaan Negeri Mempawah.

"Tiga kasus ini yaitu dua kasus di kawasan Sungai Pinyuh dan satu di Desa Antibar. Satu kasus di Sungai Pinyuh dengan inisial R, pelakunya sudah dilimpahkan ke kejaksaan silam," katanya.

Ia menjelaskan, untuk total luas lahan yang terbakar di tiga lokasi yang berbeda yakni sekitar empat hektare. 

"Meskipun lahannya kecil, dengan kondisi  iklim kemarau saat ini karhutla tersebut cepat merambat, terutama di lahan gambut," tegasnya.

Ia menghimbau terhadap masyarakat agar dalam membuka lahan tidak dengan cara dibakar. Sebab, musim kemarau dapat membuat kebakaran lahan merembet ke kawasan lain karena api dibawa angin. 

"Kondisi kemarau dengan diiringi angin kencang, karhutla lebih cepat merambat ke kawasan-kawasan lainnya," katanya. 

Untuk ancaman yang dikenakan yaitu Pasal 108 Jo Pasal 69 Ayat (1) huruf h Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup dan atau pasal 187 KUHP.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Mempawah, Edi Kusbiyantoro membenarkan bahwa R satu di antara pelaku pembakaran lahan di Kecamatan Sungai Pinyuh sudah dilimpahkan ke pihaknya dan sudah diproses.

"Untuk R pelaku pembakar lahan di Sungai Pinyuh beberapa bulan kemarin sudah dilimpahkan ke kita, sudah disidangkan dan sudah diputus pengadilan," katanya.

Terdakwa R divonis satu tahun penjara. Selain itu, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi awal dari Kasat Reskrim Mempawah terkait adanya penanganan perkara membuka lahan dengan cara dibakar.

"Kemarin, kasat reskrim sudah berkoordinasi ke kita untuk mengirimkan beberapa perkara terkait pembakaran lahan. Meskipun terkendala jumlah lahan yang terbakar tak mencapai dua hectare, namun ada pasal-pasal yang terkait, bisa dikenakan pada pelaku," katanya. (ben/bah)

Nyaris Seluruh Kecamatan Terbakar 

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah, Didik Sudarmanto menegaskan, dari sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah, delapan kecamatan diantara yang terdapat kebakaran hutan dan lahan.

"Dari sembilan kecamatan, hanya satu kecamatan yang tak ada karhutla yaitu di Kecamatan Toho," katanya.

Untuk lokasi lahan terbesar karhutla yakni di kawasan Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir dan Mempawah Timur, diduga disebabkan kelalaian manusia.

Tim gabungan terdiri atas TNI, Polri, BPBD Mempawah dan lainnya terus melakukan sosialisasi, patroli dan penindakan terkait karhutla di Mempawah. (ben/bah)