Kamis, 19 September 2019


166 Warga Binaan Dapat Remisi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 99
166 Warga Binaan Dapat Remisi

PIMPIN UPACARA - Bupati Mempawah, Erlina memimpin upacara pemberian remisi kepada warga binaan Rutan Kelas II B Mempawah, Sabtu (17/8).

MEMPAWAH, SP - Sebanyak 166 warga binaan di Rutan Kelas II B Mempawah mendapatkan remisi di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun 2019, Sabtu (17/8). Tiga warga binaan di antaranya dinyatakan langsung bebas. 

Kegiatan pemberian remisi tersebut dipimpin Bupati Mempawah, Erlina dan dihadiri pimpinan Forkopimda Kabupaten Mempawah.

Erlina mengatakan pemberian remisi ini berdasarkan peraturan pemerintah dan keputusan presiden tentang remisi. Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah memperbaiki kualitas dan kompetensi dirinya.

"Mereka diberikan remisi karena telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku diri mereka dan memperbaiki kualitasnya," kata Erlina.

Ia mengharapkan agar warga binaan yang telah diberi remisi selalu patuh dan taat terhadap hukum dan norma yang ada di Indonesia.

Sementara Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, Hidayah mengatakan 166 warga binaan yang mendapatkan remisi di HUT Kemerdekaan RI adalah mereka yang mempunyai perilaku baik.

"Dari166 warga binaan tersebut yang dapat langsung bebas ada tiga orang," kata Hidayah.

Hidayah mengatakan, warga binaan yang menerima remisi tersebut merupakan warga binaan yang telah memenuhi syarat pemberian remisi, sehingga pihaknya langsung mengusulkan ke pusat dan semuanya disetujui.

"Mereka telah berkelakuan baik selama menjalani masa hukumannya di Rutan Kelas IIB Mempawah," kata Hidayah.

Dia berpesan terhadap warga binaan yang mendapatkan remisi dan langsung bebas agar tak mengulangi perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. (ben/bah)

Berdasar Penilaian Bersih

Tokoh Pemuda Mempawah, Zainuri Ahmad berharap pemberian remisi sesuai dengan penilaian yang bersih dan jujur. 
“Artinya, jangan sampai pemberian remisi itu ada unsure jual beli atau ada permainan uang di dalamnya,” kata Zainuri. 

Zainuri berharap kepada warga binaan yang dinyatakan bebas atau akan bebas untuk memperbaiki diri. 

“Jangan sampai mengulangi perbuatan jahatnya dan dibui lagi. Jangan,” kata Zainuri. (ben/bah)