Sabtu, 19 Oktober 2019


Karhutla di Mempawah Meningkat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 84
Karhutla di Mempawah Meningkat

TEBAL – Kabut asap di sebuah daerah tebal. Akibatnya, kualitas udara semakin buruk dan mengancam kesehatan.

MEMPAWAH, SP – Kabut asap di Kabupaten Mempawah semakin tebal dan mencemaskan. Tim Gabungan pun rapat khusus terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu di Ruang Balai Patih Pemda Mempawah, Senin (16/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Tim Gabungan itu terdiri atas Pemerintah Kabupaten Mempawah, Polres Mempawah, Kodim 1201/Mpw dan satuan OPD Mempawah.

Usai rapat, tim gabungan langsung meninjau lokasi-lokasi yang masih terdapat karhutla. 

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan, rapat gabung dilakukan karena kabut asap semakin tebal dan mengganggu aktivitas.

"Karhutla saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018," katanya. 

Ia merincikan karhutla di Kabupaten Mempawah pada 2018 sebanyak 600 hektare lebih. Sedangkan pada 2019 sekitar 800-an hektare lebih. Diperkirakan ada peningkatan sekitar 20-30 persen.

"Karhutla di Mempawah ada peningkatan di tahun 2019. Kita berusaha di tahun 2020 ke depan karhutla di Mempawah akan ditekan," katanya.

Langkah-langkah dalam menekan angka karhutla yakni pra musim kemarau atau dari Januari hingga Desember 2020, akan mencoba melakukan pendekatan dengan masyarakat dan pihak lainnya.

Saat ditanya Suara Pemred terkait adanya rencana pemerintah daerah yang lahan perusahaan terbakar untuk ditanami dan menjadi lahan produktif sebagai pengalihan isu untuk melindungi perusahaan, Pagi membantah. 

"Tidak, tidak, tidak, Kita bukan melindungi perusahaan. Namun, kita hanya ingin lahan yang terbakar tersebut dimanfaatkan sebagai lahan produktif oleh masyarakat. Karena kita ingin lahan tersebut tak terbakar lagi kedepannya," katanya. 

Pihaknya terus mengawal pihak-pihak perusahaan yang terkena imbas karhutla yang terjadi di lahan gambut perusahaan. Artinya, pihak perusahaan harus sigap meskipun kebakaran lahan itu bukan disebabkan mereka.

"Jadi, meskipun mereka yang bukan melakukan pembakaran, namun mereka harus sigap dan menyediakan alat-alat untuk melakukan pemadaman," katanya.

Terhadap pelaku pembakar lahan, Pagi minta ditindak tegas, baik itu perusahaan maupun perorangan. 

"Jika perbup (terkait karhutla) sudah ketuk palu, maka perusahaan harus komitmen. Jika tak mau mengikuti, bisa dicabut izinnya," katanya. (ben/bah)

Selidiki Tiga Perusahaan

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi menegaskan bahwa tersangka pelaku pembakaran lahan yang berada di wilayah hukum Polres Mempawah sudah terdata sekitar delapan tersangka.

"Di Mempawah terdapat empat orang (tersangka pembakar lahan) dan di Kubu Raya terdapat empat orang laporan," katanya.

Sedangkan karhutla di lahan perusahaan, dari pantauan Polres Mempawah terdapat tiga perusahaan yang terdapat titik api yang diduga masuk lahan konsesi yaitu PT MPL, PT Mas dan PT Brand. Tiga perusahaan itu akan akan dilakukan penyelidikan.

"Kita akan langsung turun melakukan cek lapangan dan cek titik koordinat. Jika masuk dalam lahan konsesi, maka akan ditindaklanjuti," tegasnya. (ben/bah)