Sabtu, 19 Oktober 2019


Kualitas Udara Mempawah Berbahaya

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
Kualitas Udara Mempawah Berbahaya

BAGIKAN MASKER – Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah membagikan masker kepada pengendara, Rabu (18/9). Saat ini, kualitas udara di kabupaten tersebut sangat tidak sehat atau membahayakan saluran pernapasan.

MEMPAWAH, SP - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa kondisi udara saat ini masuk dalam titik hitam alias sudah sangat membahayakan.

"Saat ini kondisi udara bukan masuk titik merah (bahaya). Namun sudah masuk ke titik hitam yaitu kondisinya sudah sangat membahayakan bagi saluran pernapasan," katanya, kemarin.

Dengan kondisi buruk ini, Norsan meminta Bupati Mempawah, Wakil Bupati Mempawah dan OPD terkait terus menggalakkan sosialisasi agar tak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Baik itu pembakaran lahan pertanian maupun perkebunan karena bisa terkena sanksi," jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan ramalan dari BMKG bahwa di Kalimantan Barat akan turun hujan pada 19 September, namun belum merata. Sedangkan pada 22-24 September, hujannya diramalkan akan deras.

"Semoga adanya rencana Pemda Mempawah yang hendak melakukan Salat Istisqa atau salat minta hujan, bisa terkabul," harapnya. 

Norsan juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga perusahaan di Mempawah yang dikenakan sanksi disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena areal hutan dan lahan korporasinya terbakar.

"(Ada) Tiga perusahaan yaiitu PT MSL di Siantan, PT MAS dan PT SP," katanya.

Dijelaskan bahwa PT MSL merupakan Hutan Tanaman Industri (HTI), sedangkan PT MAS merupakan konsesi perkebunan sawit yang berada di Kecamatan Segedong dan Siantan.

"Tiga perusahaan tersebut akan diberikan sanksi," katanya.

Perusahaan itu disegel sesuai dengan Pergub Nomor 39 tanggal 14 Juni 2019. Pemerintah provinsi memberikan sanksi, baik melakukan pembakaran lahan dengan  sengaja maupun tak sengaja.

"Jika sengaja melakukan pembakaran lahan dengan bukti-bukti, maka tak boleh mengelola lahan sebanyak lima tahun dan biaya ditanggung oleh perusahaan. Namun apabila tak sengaja diberikan sanksi tiga tahun tak boleh mengelola lahan, dan segala akibat kebakaran ditanggung pihak perusahaan," katanya.

Sementara Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi menegaskan baru satu perusahaan yang dilakukan penyegelan pihak Polres Mempawah terkait adanya dugaan kebakaran lahan.

"Baru PT MAS yang dilakukan penyegelan. Sementara besok kita kembali melakukan peninjauan di kawasan PT Brend di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur," katanya.

Adapun tiga perusahaan yang dilakukan penyegelan oleh pihak Gakkum LHK di PT Mas, di mana lokasinya berbeda dengan yang ditangani Polres Mempawah, sehingga tidak ada masalah dalam hal kewenangan.

"Karena kami tidak akan melakukan penyelidikan di tempat yang dilakukan penyegelan oleh Gakkum LHK.Tetapi lidik perkara karhutla dengan titik yang berbeda, sama-sama jalan," katanya. (ben/bah)

Kasus ISPA Meningkat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Jamiril menegaskan terkait kabut asap, berdasarkan alat pengamat kualitas udara PM10 di Stasiun Klimatologi Mempawah pada Rabu (18/9) siang hingga sore masih dalam keadaan tidak sehat.

"Kondisi kabut asap saat ini sudah tidak sehat," katanya.

Pihaknya mengambil langkah meminta semua puskesmas menyediakan UGD beserta gas oksigen, nebu dan petugasnya untuk standby, serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berkunjung ke puskesmas, dan membagikan masker hingga ke jalan-jalan.

"Kita sudah mengambil langkah-langkah antisipasi terkait kabut asap ini di puskesmas-puskesmas," tegasnya.

Menurutnya, warga yang terkena ISPA dari Juli hingga September 2019, terus mengalami peningkatan, di mana pada minggu ke 37 terdata kasus penderita ISPA sekitar 681 kasus.

"ISPA di Mempawah terus meningkat. Penderitaannya didominasi oleh penderita anak-anak," katanya. 

Dengan kondisi kabut asap tebal seperti saat ini, diharapkan kepada masyarakat Mempawah untuk tidak keluar rumah jika memang tidak perlu. (ben/bah)