Senin, 14 Oktober 2019


Kawin Suntik 1.700 Sapi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 34
Kawin Suntik 1.700 Sapi

INSEMINASI BUATAN – Petugas sedang melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik kepada seekor sapi di Kabupaten Mempawah, Jumat (4/10).

MEMPAWAH,  SP - Guna meningkatkan populasi sapi di Mempawah, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik 1.700 ekor sapi, Jumat (4/10).


Pjs Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Tika Nurhayati mengatakan 1.700 ekor sapi yang dilakukan  inseminasi itu tersebar di Kabupaten Mempawah.


"Hampir semua sapi di kecamatan di Mempawah dilakukan kawin suntik. Masih dua kecamatan yang belum merata yaitu Sadaniang dan Toho," ujarnya.

 


Pihaknya menargetkan 1.200 sapi bunting. Saat ini, terdata 912 ekor sapi bunting berdasarkan laporan petugas di seluruh kecamatan.


"Sapi yang telah dilakukan kawin suntik selalu dipantau dan diperiksa petugas," katanya.


Dikatakan bahwa tujuan kawin suntik ini untuk meningkatkan populasi ternak sapi, mendapatkan bibit sapi yang berkualitas, mencegah penularan penyakit reproduksi pada sapi dan mencegah terjadinya kawin sedarah.


"Harapan kita yaitu terjadi peningkatan populasi sehingga dalam memenuhi kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat tidak tergantung dengan daerah lain," katanya.


Adapun kendala dalam melakukan kawin suntik yaitu keterlambatan pelaporan peternak sapi kepada petugas saat sapi sedang birahi.


"Jadi, diharapkan peternak sesegera mungkin melapor kepada petugas jika sapi menunjukan gejala birahi (minta kawin)," ujarnya. (ben/bah)

 

Apresiasi Pemerintah

Tokoh Pemuda Mempawah, Mohlis Saka mengapresiasi kawin suntik terhadap sapi yang dilakukan pemerintah daerah.

 

"Kawin suntik untuk meningkatkan populasi dan mendapatkan kualitas sapi yang baik sangat perlu dilakukan," katanya.

 

Alangkah baiknya insemunasi buatan itu lebih banyak menyasar para peternak-peternak sapi warga.

 

"Warga yang beternak sapi mesti mendapat prioritas inseminasi buatan dari pada perusahaan peternakan sapi," katanya. (ben/bah)