Selasa, 19 November 2019


Pemenuhan Hak Anak Mempawah Buruk

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 81
Pemenuhan Hak Anak Mempawah Buruk

Ilustrasi Anak

MEMPAWAH, SP – Kabupaten Mempawah dinilai tak ramah anak. Bagaimana tidak, dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Mempawah berada di peringkat 10 sebagai kabupaten yang buruk dalam pemenuhan hak atau perlindungan anak. 

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Mempawah pun menggelar rapat evaluasi kedua Kabupaten Layak anak di Aual Dinsos Mempawah, Kamis (17/10) sekitar pukul 13.00 WIB.

Rapat tersebut dibuka Asisten 2 Sekda Mempawah, Rochmad Effendy. Hadir perwakilan BNNK Mempawah, perwakilan Polres Mempawah dan  OPD terkait di lingkungan Pemda Mempawah.

Rochmad mengatakan bahwa Kabupaten Mempawah masih masuk peringkat 10 dari 14 kabupaten/ kota di Kalimantan Barat terkait Kabupaten Layak Anak. Kabupaten-kabupaten yang dimekarkan oleh Mempawah, nilainya bisa lebih tinggi.

"Tim gugus Kabupaten Layak Anak, bahwa  Kabupaten Layak Anak ini untuk mengakomodir hak-hak anak. Latar belakangnya agar bisa memenuhi hak-hak anak dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Mempawah,” katanya.

Diungkapkan bahwa dari segi nilai, Kabupaten Mempawah memperoleh nilai 126. Nilai itu masih tertinggal dari kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten Mempawah.

"Penilaian tertinggi di kabupaten /kota layak anak itu seperti Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Singkawang, Sintang  dan Landak," katanya. 

Dikatakan bahwa penilaian Kabupaten Layak Anak  masih ada waktu empat bulan. Dia yakin skor Mempawah bisa meningkat dan optimistis memperoleh skor 500.

"Peningkatan skor ini harus dilakukan secara sinergisitas dengan instansi-instansi lainnya untuk bekerja keras dalam memenuhi indikator-indikatornya. Saya yakin ada peningkatan skor sangat signifikan dan bisa meningkat di atas 500," katanya.

Nilai Mempawah yang saat ini mencapai 126 perlu jadi perhatian semua pihak. Kegiatan evaluasi ini diarahkan untuk meningkatkan penilaian dari pusat itu.

Perolehan nilai yang rendah itu diakuinya karena Mempawah belum semuanya berbasis data. (ben/bah)

Anggaran Minim

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos Mempawah, Woro Wasiati mengakui bahwa Kabupaten Mempawah masuk peringkat 10 dari 14 kabupaten/kota se Kalbar yang layak anak.

"Makanya rapat evaluasi ini digelar agar instansi-instansi terkait berkomitmen untuk meningkatkan nilai di Kabupaten Mempawah," katanya.

Dikatakan bahwa kendala yang dihadapi atas rendahnya perolehan skor itu terkait data tentang anak dan haknya yang belum sesuai dengan keinginan pemerintah pusat. 

"Selain data, pusat juga meminta faktor-faktor pendukungnya seperti foto. Di situ kelemahan kita. Selain itu, anggaran yang ada minim," katanya.

Meski demikian, Woro optimistis dengan sinergi instansi-instansi terkait, dalam waktu empat bulan bisa meningkatkan skor, yang saat ini 126 menjadi 500.

"Kita optimis dengan adanya komitmen seluruh instansi yang terlibat," tegasnya. (ben/bah)