Rabu, 11 Desember 2019


Penelepon Gelap Catut Jaksa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 76
Penelepon Gelap Catut Jaksa

Ilustrasi

MEMPAWAH, SP - Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Mempawah ditelepon orang tak dikenal yang mengaku Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Mempawah, kemarin. Penelepon mengatakan bahwa Kejari Mempawah hendak join (ikut) investasi di perusahaan-perusahaan yang berada di desa sekitar.

Adapun tiga kades itu yakni Kades Sejegi, Kades Pasir Panjang, dan Kades Bakau. Kades Sejegi, Idris mengatakan penelepon dengan nomor telepon 081297016248 itu mengaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mempawah, Rizal Cahyadi. 

“Penelepon hendak melakukan join investasi di perusahan-perusahaan yang ada di desa. Mendengar itu, saya langsung mengatakan bahwa di sini tak ada perusahaan-perusahaan," tegas Idris kepada Suara Pemred. 

Idris pun menanyakan dari mana penelepon itu mendapat nomor teleponnya. Lantas penelepon gelap itu mengaku memperolehnya dari Kades Pasir Panjang.

"Pak Kades Pasir Panjang juga ditanyai hal serupa dan dijawab tidak ada perusahaan di desanya. Karena tidak ada perusahaan, orang tak dikenal tersebut minta nomor (handphone) Camat Mempawah Timur melalui pesan singkat," katanya.

Idris lantas mengirimkan nomor telepon Camat Mempawah Hilir lewat sms. Tak berselang lama, dirinya mendapatkan panggilan telepon lagi dari nomor yang sama. Lantaran sedang mengendarai kendaraan, Idris tak menjawab telepon itu. 

"Tiba-tiba dia (penelepon) membuat saya emosi. Dia SMS ke saya dengan mengatakan bajingan karena kesal nomor hp camat hanya tercantum nama, tidak tercantum nomor teleponnya,” katanya. 

Idris kesal dan mengajak penelepon itu untuk bertemu, namun dia menolak dengan alasan yang dibuat-buat. 

"Saya ajak ketemuan di Pasar Mempawah, namun banyak alasan. Saya jadi curiga dan meminta teman saya untuk mengecek nomor telepon dan nama itu ke Kejaksaan Negeri Mempawah. Ternyata tidak benar dari Kejaksaan Negeri Mempawah," katanya. (ben/bah)

Lapor Polisi

Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Antoni menegaskan bahwa penelepon kades yang mengaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mempawah, yang hendak investasi di perusahaan perusahaan di sejumlah desa berdasarkan arahan Kejari Mempawah, tidak benar.

"Tidak ada kita menyuruh bawahan atau memerintahkan orang lain terkait investasi di perusahaan ataupun lainnya di desa-desa di Mempawah," kata Antoni. 

Antoni pun meminta korban untuk melaporkan penelepon gelap itu kepada polisi agar bisa segera ditindak.

"Jika sudah ditindak, tentunya mereka akan ketemu dengan saya," tegasnya. (ben/bah)