Jumat, 13 Desember 2019


Waspadai Iming-Iming CPNS

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 97
Waspadai Iming-Iming CPNS

TES CPNS – Para peserta sedang mengikuti tes CPNS sistem online atau Computer Assisted Test (CAT) pada 2018 lalu.

MEMPAWAH, SP - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak teperdaya dengan iming-iming orang yang bisa meloloskan CPNS dalam penerimaan CPNS 2019 di Kabupaten Mempawah.

"Saya ingatkan masyarakat jangan mudah percaya adanya iming-iming yang bisa meloloskan seseorang menjadi seorang CPNS dalam pelaksanaan tes CPNS di Mempawah tahun 2019," katanya.

Pada tes CPNS kali ini dilakukan secara online atau Computer Assisted Test (CAT) di mana masyarakat bisa langsung mengetahui hasilnya setelah tes. 

"Sistem tes CPNS melalui online ini satu di antara bentuk menghapuskan sistem yang menjanjikan seorang bisa lolos menjadi CPNS," katanya.

Jika terdapat oknum yang berusaha menjanjikan bisa lolos dalam seleksi CPNS tahun 2019, diminta untuk langsung melaporkannya kepada aparat yang berwajib.

"Laporkan jika ada yang menjanjikan, termasuk ASN Mempawah,” tegasnya.

Pagi menambahkan bahwa pelaksanaan seleksi tes CPNS bersistem online adalah upaya meningkatkan kualitas SDM ASN. 

"Sebab, mereka yang mempunyai kemampuan akan bisa lolos dalam tes CPNS," katanya. 

Sementara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mempawah mendata sebanyak 24 peserta CPNS yang sudah menyerahkan berkas ke Kantor BKPSDM Mempawah, Senin (18/11).

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun di BKPSDM Mempawah, Dani Yuska Listyana merinci sejak dibukanya pendaftaran online CPNS melalui situs sscn.bkd.go.id, terdata 242 peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil di Mempawah.

"Sudah 242 peserta yang terdata di kita yang mendaftar melalui situs sscn.bkf go.id sejak dibukanya pendaftaran CPNS Mempawah," katanya. 

Dari 242 peserta yang mendaftar, 24 peserta di antaranya sudah menyerahkan berkas di Kantor BKPSDM Mempawah.

"Sejak tanggal 11 November silam 24 peserta sudah menyerahkan berkasnya di BKPSDM Mempawah," katanya.

Dikatakan bahwa banyak para peserta bertanya terkait akreditasi dan ijazah terkait formasi yang akan mereka lamar. Menurutnya, setiap sekolah negeri tentunya terakreditasi, kecuali sekolah swasta.

"Sekolah swasta harus ada sertifikat akreditasinya," katanya. 

Hingga saat ini, belum ada berkas yang dikembalikan karena saat masih ini penerimaan penerimaan berkas. Namun, jika sudah masuk dalam tahapan verifikasi, maka akan diteliti lebih rinci.

"Jika ada kekurangan dari pelamar, kami akan memberitahukan terhadap pelamar via telepon," ujarnya. (ben/bah)

Tak Berkah

Tokoh Pemuda Mempawah, Zarkasyi berharap masyarakat dapat memetik pelajaran dari pemberitaan di mana seorang pelamar dirugikan hingga puluhan juta rupiah karena tertipu iming-iming oknum, yang dapat meloloskan menjadi PNS. 

“Di Mempawah kan sudah ada kasus pelamar CPNS gigit jari karena dibohongi oknum yang mengaku dapat meloloskan jadi PNS. Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai terulang lagi,” katanya. 

Lagi pula, lanjut Zarkasyi, jabatan PNS yang diraih dari cara tak benar, maka hasilnya tidak akan berkah. 

“Masak kita mau makan gaji tak berkah? Ini harus dipikirkan matang-matang oleh pelamar CPNS. Berkompetisilah secara adil, bersih dan jujur,” pungkasnya. (ben/bah)