Selasa, 21 Januari 2020


Upaya Mempersiapkan Kapolres Professional dan Tepercaya

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 71
Upaya Mempersiapkan Kapolres Professional dan Tepercaya

PENELITIAN SESPIMMEN – Suasana Giat Penelitian Sespimmen Optimalisasi Sespimmen Sespim Lemdiklat Polisi Republik Indonesia(Polri) di Aula Mapolres Mempawah, Selasa (10/12) pukul 13.00 WIB.

Polisi Republik Indonesia menggelar Giat Penelitian Sespimmen Optimalisasi Sespimmen Sespim Lemdiklat Polisi Republik Indonesia(Polri) di Aula Mapolres Mempawah, Selasa (10/12) pukul 13.00 WIB. Kegiatan itu untuk mempersiapkan Kapolres yang professional, moderen dan terpercaya. 

Tim Supervisi Polisi Republik Indonesia, Irjen Pol Bambang Sri Herwanto mengatakan Giat Penelitian Sespimmen Optimalisasi Sespimmen Sespim Lemdiklat Polisi Republik Indonesia (Polri) dilaksanakan di beberapa titik yaitu Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Polres Singkawang, Polres Mempawah.

"Ada beberapa titik yang dijadikan sampling untuk dijadikan bahan kajian," katanya.

Menurutnya, penelitian ini merupakan program tahunan dengan materi dan topik yang berbeda-beda. Sedangkan tahun ini, bagaimana kepemimpinan lulusan Sespim Polri menuju polisi yang promoter agar bisa melihat data yang riil di lapangan, melihat output profil lulusan Sespimen didikan Sespimmen Polri.

"Makanya respondennya dari masyarakat, Pemda Mempawah, Polri, pemuda, pelajar," katanya.

Dipilihnya responden dari semua unsur di Mempawah karena mereka yang tahu dan merasakan kinerja akan kepemimpinan lulusan sespimmen.

"Dari data itu untuk dijadikan bahan evaluasi dan kajian agar kita sebagai penyelenggara pendidikan bisa meningkatkan mutu dan kualitas mutu pendidikan mendatang. Sebab, perubahan dunia milenial tanpa batas, maka sangat perlu disiapkan pimpinan yang berkualitas," katanya.

Dijelaskan bahwa lulusan Sespimmen rata-rata akan menjadi Kapolres yang akan berhadapan langsung dengan kondisi dan situasi di daerah. Jika mereka tak siap, maka mereka tidak bisa melaksanakan tugas  dengan baik.

"Inilah gunanya penelitian ini untuk mengembangkan para calon pimpinan-pimpinan Polri mendatang yang siap dalam melaksanakan tugas, dimana dan kapan pun berada," tegasnya. 

Sehari sebelumnya atau Senin (9/12), Polresta Pontianak Kota melaksanakan kegiatan serupa yaitu penelitian optimalisasi sespimmen sespim lendiklat polri di Polresta Pontianak Kota. 

Pelaksanaan bertujuan untuk menilai sejauh mana tingkat keberhasilan peserta didik calon-calon Kapolres dan pejabat yang lulusan dari Sispemmen Polri. Serta menilai sejauh mana pengaplikasian dari program pembelajaran yang telah dilakukan. 

Menurut Kapolresta Pontianak Kota, AKBP Komarudin, penilaian ini memiliki nilai strategis yang sangat bagus mengingat ke depannya Lemdiklat Polri dan Sespimmen terus mengkaji untuk melihat perkembangan situasi terkini.  

"Penilaian ini ingin melihat di lapangan, kira-kira lulusan sespimmen polri sudah bisa atau tidak menjawab tantangan perkembangan di tengah masyarakat," kata dia.  

Selain itu, penilaian ini juga bermaksud agar ada perbaikan-perbaikan pola pembelajaran, termasuk juga rumusan yang akan dituangkan dalam Lemdiklat Polri untuk menyiapkan kader-kader Polri di level middle ataupun manejer di tingkat menengah. 

Sehingga dalam melakukan pengkajian dan pengembangan bagian Lemdiklat Polri, diharapkan penilaian ini mampu memberikan masukan atau manfaat serta referensi bagi pemegang kebijakan di tubuh Polri untuk penataan sespimmen Sespim Lemdiklat Polri dalam mempersiapkan Kapolres yang profesional modern dan terpercaya. 

Dalam melakukan penilaian ini, melibatkan dua unsur dari internal dan eksternal polri. Dari internal sendiri terdiri dari alumni Sespimmen dan perwakilan anggota Polri. Kata Komarudin, para anggota Polri memang diberikan hak untuk menilai atas apa yang telah dijalankan oelh pimpinannnya.  

Sementara dari eksternal, penilai melibatkan dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda di antaranya mahasiswa dan pelajar. 

Seluruh penilai diberi 33 pertanyaan dengan kategori empat kategori, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju. Selain itu, terdapat juga lima pertanyaan essai. 

Salah satu pertanyaan yang mesti diisi adalah terkait dengan proses pembelajaran materi yang diberikan selama ini sudah sesuai dengan penerapan yang diharapkan atau tidak, atau justru membutuhkan masukan lagi baik dari eksternal maupun internal. 

"Penilaian ini dalam rangka mempersiapkan personel. Kita dari Polri meminta masukan dari masyarakat untuk menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat. Jadi apa yang harus disiapkan, aosok kapores seperti apa yang diharapkan, yang mampu mengemban posisi setingkat polres, sehingga predikat profesional itu bisa dicapai," ungkapnya. 

Terkait dengan profesionalitas itu sendiri, menurut Komarudin bisa dilihat dari kemampuan anggota dalam membaca atau peka terhadap situasi dan tugas pokok dan fungsi yang dibebankan kepada anggota atau lulusan Sispemmen Polri. Ataupun kemampuan dalam mengelola sebuah organisasi. 

Menurut dia, untuk menuju profesionalitas itu setidaknya harus memenuhi empat unsur. Yang pertama terkait dengan aspek sumber daya manusia itu sendiri, baik dari kuantitas maupun kualitas. 

Dari segi kuantitas, kata dia, jumlah personel Polri saat ini belum seimbang dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Dari segi kualitas para lulusan Sispemmen Polri dituntut mampu memiliki skill, knowledge dan attitude. 

Yang kedua, terkait dengan sarana dan prasarana. Menurut dia, di tengah era yang semakin modern, aspek ini menjadi salah satu aspek yang menjadi tuntutan bagi Polri untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman. 

Yang ketiga, soal anggaran. Hal ini mengingat aktivitas masyarakat semakin hari semakin banyak dan padat dan dalam mengisi aktivitas itu, masyarakat juga membutuhkan peran dari kepolisian. Sehingga, aspek anggaran menjadi penting untuk menunjang hal tersebut. 

Yang terakhir adalah mengenai metode atau konsep dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polri harus memiliki pendekatan yang persuasif untuk memenuhi tuntutan pelayanan kepada masyarakat. 

"Setidaknya empat aspek ini harus terpenuhi, walaupun dengan kondisi yang ada, kita dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang maksimal," tutupnya. (ruben permana/suria mamansyah/bah)