Gubernur Cornelis: Kontrol Pemda Tingkat Bawah Lemah

Nasional

Editor sutan Dibaca : 1151

Gubernur Cornelis: Kontrol Pemda Tingkat Bawah Lemah
BAKAR BARAK – Massa membakar barak mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Selasa (19/1). Derai air mata dan tangis raung anak eks pengikut Ga
JAKARTA, SP- Ribuan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ada di Mempawah, Kalimantan Barat, mendapat penolakan warga. Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan saat ini anggota Gafatar itu dikumpulkan di Pontianak.

Cornelis mengatakan, ada kelemahan di struktur pimpinan daerah tingkat bawah, sehingga ribuan anggota Gafatar itu bisa berkumpul dan memancing respons masyarakat.

"Tidak diserang mereka. Mereka masuk ke Kalbar. Jadi masyarakat sebenarnya sudah peringatkan, tapi kontrol pemda dari bawah juga lalai. Begini baru semua teriak," kata Cornelis, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).

Cornelis mengatakan, pihaknya telah mengingatkan kepada jajaran Pemda di tingkatan bawah untuk selalu mengawasi warga yang keluar dan masuk di wilayahnya. Namun perintah itu tak dilaksanakan dengan baik.

"Kita sudah ingatkan ke pemda supaya orang datang dan pergi diketahui. Kalau ada orang hilang di Jakarta kita bisa tahu. Ini termasuk lalai mengecek hal seperti itu," katanya.

Dikatakan Cornelis, para anggota Gafatar itu masuk ke Kalimantan Barat secara diam-diam. Mereka datang dari beberapa wilayah pulau Jawa dan Sumatera.

"Karena dia tidak resmi sebagai rakyat kita, maka kita kembalikan ke bos mereka. Saya enggak tahu mereka dapat tempat berapa hektare. Mereka datang diam-diam, beda dengan transmigrasi. Ada yang dari Jatim, Lampung, Sunda. Di Kalbar, banyak sekali yang ex Gafatar," tambahnya.

Kini, lanjut Cornelis, ribuan anggota Gafatar itu telah dievakuasi ke Pontianak. Cornelis pun mengimbau warganya untuk tidak melakukan penyerangan.

"Kita sudah lakukan evakuasi. Semua sudah terkonsentrasi di Pontianak supaya jangan mereka diserang. Kita selamatkan nyawa mereka juga, jangan sampai ada korban jiwa," katanya. (det/lis)