Minggu, 22 September 2019


Situmeang, Mantan Kajari Pontianak Tantang Wali Kota Sutarmidji

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1560
Situmeang, Mantan Kajari Pontianak Tantang Wali Kota Sutarmidji

Mangasi Situmeang, Mantan Kajari Pontianak. (SUARA PEMRED)

JAKARTA, SP - Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pontianak, Mangasi Situmeang siap dikonfrontir dengan pernyataan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

Sebelumnya, Walikota Pontianak tersebut menyebut Situmeang, saat menjabat Kajari selama tujuh bulan kerap memanggil Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan para pemenang tender proyek.  

“Saya siap jika harus dikonfrontir dengan Walikota Pontianak dua periode tersebut di depan publik. Baik itu di Jakarta ataupun di Pontianak. Bahkan, kalau perlu di akhirat,” tutur Situmeang, Minggu (10/4).  

 Keberaniannya untuk dikonfrontir dengan Wali Kota, menurut Situmeang karena dia merasa dapat mempertanggungjawabkan semua tindakannya selama menjabat sebagai Kajari Pontianak, pada akhir 2014 hingga pertengahan 2015.

  Namun, dia juga berharap Walikota juga dapat juga membuktikan setiap ucapannya. Sebab tudingan tersebut dapat dikategorikan pencemaran nama baik dan menjadi bisa berujung fitnah.

  "Jika Pak Wali bilang saya kerap panggil SKPD dan pemenang tender, saya bisa buktikan itu tidak benar. Namun Pak Wali harus juga buktikan ucapannya," ungkap dia. 

 Sebagai orang nomor satu di Pontianak, Situmeang melanjutkan, harusnya Walikota konsisten pada ucapannya, yang mengatakan bahwa masalah mutasi dirinya dari Kajari Pontianak menjadi Kabid Pulitbang Kejagung adalah persoalan internal Kejaksaan.

  Bahkan perkara ini telah melalui proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) dan pada putusan pengadilan tahap pertama, Situmeang diputuskan menang.

  "Pak Wali harus konsisten dengan ucapannya. Ini kan urusan internal Kejaksaan," katanya.   Kendati demikian, Situmeang melanjutkan, dia tidak sama sekali bermaksud untuk menentang Walikota dan memperuncing masalah.

 Situmeang hanya perlu mengklarifikasi pernyataan Walikota, yang menuding dia kerap memanggil para SKPD dan pemenang tender proyek di Kota Pontianak.   "Ini untuk hak jawab saya dan mengklarifikasi, bukan untuk memperuncing masalah. Saya maupun Pak Wali bukan anak-anak lagi," ujarnya.  

Sebelumnya, kepada Suara Pemred, Walikota Pontianak, Sutarmidji sempat mengatakan selama menjabat sebagai Kajari Pontianak, Mangasi Situmeang kerap memanggil para Kepala SKPD dan para pemenang tender proyek di Pontianak. Yang menurut Walikota, hal itu mengakibatkan kontraktor takut untuk mengikuti proses lelang pengerjaan pembangunan di Kota Pontianak. 

 “Para Kepala SKPD beberapa kali dipanggil Pak Situmeang, yang tidak tentu masalahnya. Lalu ada juga orang yang baru menang tender, lalu dipanggil. Itu kan ada rasa ketakutan, sampai ada orang tidak mau ikut tender,” kata Sutarmidji.  

Sutarmidji menjelaskan, dirinya tak pernah membikin laporan tertulis dan disampaikan ke pihak Kejaksaan Agung. Hanya saja, ketika Pontianak mendapatkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) beberapa waktu lalu, Sutarmidji sempat bertemu dengan salah satu pejabat tinggi negara, juga pejabat kejaksaan.  

Adalah hal wajar menurut Sutarmidji jika dirinya menyampaikan keluhan perihal pembangunan di Pontianak. Sebab Sutarmidji beranggapan, jika ada panggilan, tentu ada surat laporan masuk. Dan harus jelas siapa yang melaporkannya. Apa dasar pelaporan yang menyebabkan orang-orang itu dipanggil.  
 “Tapi Pak Situmeang ini kan lapor di Komnasham, dan dari pihak Komnasham akan minta klarifikasi. Saya siap menyampaikan apa yang dikeluhkan selama ini. Kalau saya informasi sesuai dengan fakta,” yakinnya.  

 Lebih lanjut, Sutarmidji mengatakan perihal mutasi jabatan Situmeang dari Kejari Pontianak ke jabatan yang lebih rendah di Kejaksaan Agung, merupakan urusan internal kejaksaan. Menurutnya mutasi merupakan hal wajar dan biasa terjadi di jajaran pemerintahan.   “Penilaian yang dilakukan oleh atasan merupakan hal biasa. Jangan kita sebagai staf merasa kita yang paling benar, itu tidak boleh,” ujar Sutarmidji, ditemui di ruang kerjanya di Balaikota. 

 Diakuinya pula, dirinya pernah dipanggil Tim Pengawas Kejaksaan Agung untuk diminta memberikan keterangan mengenai perkara antara Situmeang dengan Kejaksaan Agung.   “Dan kemarin juga sudah ada dari pihak pengawasan kejaksaan yang meminta keterangan pada saya, termasuk wakil walikota dan jajaran SKPD,” tuturnya. (ang/bls)