Rabu, 18 September 2019


Pemuda Katolik Sosialisasi Empat Pilar di Pedesaan

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1052
Pemuda Katolik Sosialisasi Empat Pilar di Pedesaan

Wakil MPR RI, Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa ketika bertemu di Gedung Nusantara III DPR RI Jakarta, Kamis (14/4).(HUMAS MPR RI)

JAKARTA, SP - Pertemuan dua tokoh nasional asal Kalimantan Barat beda generasi, Oesman Sapta Odang (OSO) dan Karolin Margret Natasa di Gedung Nusantara III DPR RI Jakarta, berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan, Kamis (14/4).
OSO yang merupakan Wakil Ketua MPR RI,   menerima kunjungan delegasi Karolin sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Karolin mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya itu saat ini akan melakukan bakti desa yang merupakan kegiatan di mana kader Pemuda Katolik akan terjun ke desa-desa.  "Di sana selain membaur dan tinggal dengan masyarakat, juga akan melakukan kerja bakti," kata Karolin.

Dalam bakti sosial tersebut, lanjut dia, Pemuda Katolik juga akan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan bagi masyarakat pedesaan, terutama bagi para pemuda.
Yang mana pada akhirnya nanti, harap Karolin, Pancasila sebagai dasar dan lambang negara akan membumi sebagai kearifan lokal. "Dengan kegiatan tersebut PK berharap kegiatan yang dilakukan itu bisa membumikan Pancasila sebagai kearifan lokal dan juga bisa menyelesaikan masalah yang ada di desa," ungkapnya.

Salah satu permasalahan di desa yang menurutnya masih terjadi adalah tawuran antara kampung. Yang menjadi penyebabnya adalah minimnya rasa kebersamaan dalam bernegara di pedesaan.

Hal ini pula yang mendasari Pemuda Katolik untuk menggelar kegiatan sosialisasi di pedesan bukan di pusat kota,  seperti kebanyakan yang terjadi saat ini. "Salah satu problem di desa seperti adanya tawuran antar kampung. Itu sebabnya organisasi kepemudaan harus terjun di desa-desa bukan eksklusif di kota-kota," ungkapnya.

Oesman  mengapresiasi  yang akan dilakukan Pemuda Katolik. Meskipun sebagai organisasi yang berlabel agama, Pemuda Katolik tidak terkotak-kotak dengan masalah itu. "Agama disebut sebagai salah satu ke-bhineka-an yang ada di Indonesia," kata OSO.

Menurut Oesman, sosialisasi Pancasila yang dilakukan oleh Pemuda Katolik di masyarakat desa,  akan membuat masyarakat di pemerintahan terkecil negara itu menjadi tambah yakin akan Pancasila, Kegiatan tersebut akan memberikan informasi kepada masyarakat secara langsung sebagai kegiatan yang benar-benar nyata.
"Mensosialisakan empat pilar di pedesaan saya kira adalah hal yang mendasar. Apalagi itu kan kegiatan nasional tapi dilakukan di pedesaan," ujarnya.

Diakui Oesman, bahwa sosialisasi empat pilar yang dilakukan oleh MPR tak bisa dilakukan sendiri, sosialisasi yang dilakukan harus dibantu oleh setiap organisasi kepemudaan dan selain itu melalui media massa.   “Sosialisasi tak bisa dilakukan secara sambilan. Untuk itu perlu dukungan semua pihak,” ujarnya. (ang/ind/sut)