Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Lantik GKR Ayu Koes Indriyah sebagai Senator

Nasional

Editor sutan Dibaca : 1058

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Lantik GKR Ayu Koes Indriyah sebagai Senator
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) ketika melantikan anggota MPR PAW, GKR Ayu Koes Indriyah di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Rabu (8/6).(hendra cipta/suara pemred)
JAKARTA,  SP - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Oesman Sapta Odang (OSO) menggelar pelantikan anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) GKR Ayu Koes Indriyah sebagai anggota yang menggantikan Sulistyo sebagai perwakilan DPD dari Jawa Tengah, yang meninggal dunia pada 14 Maret 2016, akibat insiden yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Mintoharjo.

Pelantikan dilakukan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Rabu (8/6).

Usai melantik, tokoh daerah asal Kalimantan Barat ini mengharapkan, Ayu Koes Indriyah diberi kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai anggota MPR. Sebelum memandu sumpah jabatan, Oesman terlebih dahulu menanyakan kepada Ayu mengenai kesediaan mengucap sumpah.

"Apakah saudara bersedia diambil sumpahnya? Patut saya ingatkan, sumpah yang saudara ucapkan menyangkut tanggung jawab kepada rakyat dan negara," kata Oesman.

Dalam pengucapan sumpah jabatan tersebut turut hadir Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. Perwakilan dari DPR terlihat hadir di ruangan pengambilan sumpah yakni Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto. "Semoga Ibu bisa mengemban amanat sebagai anggota MPR. Semoga menjadi dan berpolitik sebagai negarawan," kata Oesman.

Menurut pria yang akrab disapa OSO ini, MPR mempunyai kewenangan tertinggi dibanding dengan lembaga negara lainnya. Kewenangan tertinggi yang dimaksud adalah mengubah undang-undang dasar. "Dalam posisi MPR yang strategis tersebut, saya mengajak kepada semua anggota MPR untuk menjadi negarawan," ucapnya.

Dijelaskan oleh Oesman Sapta, bila memosisikan sebagai negarawan, maka dalam berpolitik akan berdasarkan pada Pancasila. Bila menjadi negarawan, maka sikap politisi akan berlandaskan pada UUD RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"MPR mempunyai tugas untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam tugas itu, saya meminta agar Ayu Koes Indriyah dalam melakukan Sosialisasi Empat Pilar ini sepenuh hati," pintanya.

Bagi Oesman, melakukan sosialisasi penting dengan sepenuh hati, sebab berdasarkan penelitian, terjadinya kegaduhan politik dan konflik di masyarakat, disebabkan memudarnya nilai-nilai empat pilar. Setelah sah menjadi anggota MPR, Oesman Sapta meminta kepada Setjen MPR segera memenuhi hak-hak Ayu Koes Indriyah.   "Mari sepenuh hati menyampaikan Empat Pilar kepada masyarakat Indonesia," tutupnya.

GKR Ayu Koes Indriyah merupakan salah satu puteri (alm) Paku Buwono XII dari Keraton Surakarta Haniningrat. Ia merupakan sosok pengemban budaya Jawa dan pewaris tradisi tahta Kerajaan Mataran di keraton Surakarta Hadiningrat. Wanita kelahiran Solo, 19 Oktober 1961 ini, aktif berpartipasi melestarikan tradisi warisan leluhur melalui kegiatan pergelaran kesenian di tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya, NATPRO Dubay Uni Emirat Arab bersama Dinas UKM Pemda Kota Surakarta, membawakan produk perawatan tubuh secara natural dengan bahan-bahan alami/natural, serta misi kesenian Keraton Surakarta dalam acara Court Gamelan and Dance of Karaton Surakarta di Jepang. (ang/dpd/lis)