Tito Akan Tekan Budaya Hedonis Polisi

Nasional

Editor sutan Dibaca : 956

Tito Akan Tekan Budaya Hedonis Polisi
Suasana nonton bareng dan doa bersama di kediaman orang tua calon tunggal Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/6). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
JAKARTA, SP - Komisi III DPR RI dalam uji kepatutan dan kelayakan, secara aklamasi menyetujui pemberhentian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan sepakat mengangkat Komjen Tito Karnavian sebagai pengganti. Keputusan tersebut, nantinya akan disahkan melalui rapat paripurna pada 27 Juni mendatang.

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, Komisi III secara mufakat dan aklamasi menyetujui Komjen Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri, setelah masing-masing fraksi memberikan pandangan dan persetujuannya.
"Meminta tidak saja persetujuan pengangkatan Komjen Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri, namun juga pemberhentian secara hormat Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri," kata Bambang di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis (23/6).


Menanggapi hal tersebut, mantan Kapolda Papua dan Metro Jaya itu mengatakan, jika hari ini merupakan hari yang penting. Dalam rangkaian uji kepatutan dan kelayakan ini, cukup banyak pertanyaan terhadap visi dan misinya. "Saya pertama-tama mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan, karena hari ini yang sangat penting, bapak-ibu sudah melihat sendiri rangkaian, cukup banyak pertanyaan terhadap visi misi yang sudah saya sampaikan, dan saya sudah berusaha menjawab sebaik-baiknya," kata Tito.

Komisi III sudah menyatakan, mereka menyetujui pengusulan dirinya sebagai Kapolri. Akan tetapi, lebih dari itu, Tito meminta dukungan semua pihak terutama masyarakat Indonesia, agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
"Bagi saya pribadi, kalau rangakaian ini tuntas dan saya diberikan amanah ini, bagi saya ini adalah sebuah cobaan dari Allah SWT. Saya ingin berbuat terbaik bagi Polri, masyarakat bangsa dan negrara," tuturnya.

Tito menargetkan, di bawah kepemimpinannya, asuransi atau BPJS anggota dan belanja operasional bisa naik mencapai 40 persen. Diharapkannya akan ada kemajuan signifikan pada tahun 2019. "Saya cukup optimis rekan-rekan semua polisi, polisi baik akan menjadi lebih baik, dan setelah itu kita bisa melakukan penindakan yang tegas bagi anggota Polri yang menyimpang di lapangan, dengan konsisten," ucapnya.

Reformasi di tubuh kepolisian adalah, bagaimana menekan budaya koruptif, hedonis dan prilaku tidak baik anggota kepada masyarakat. Lalu didukung dengan adanya tunjangan kinerja, kesehatan, dan perbaikan perumahan serta belanja operasional sampai ke Polsek.

Akhirnya, bisa meningkat secara bertahap nantinya. "Nah ini nanti ada mekanisnya, ada beberapa perekat yang akan kita buat mekanisme pencegahan sekaligus pararel, dengan itu yang paling utama bagaimana memperjuangkan kesejahteraan anggota Polri bisa meningkat," terangnya.

Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan, institusinya mengagendakan Rapat Paripurna pada Senin (27/6) untuk mengambil keputusan terkait persetujuan calon Kapolri Komjen Tito Karnavian.

"Keputusan Komisi III DPR terkait calon Kapolri akan dibawa ke Rapat Paripurna pada Senin (27/6)," katanya di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Fraksi Pengganti Badan Musyawarah DPR pada Kamis (23/6) bahwa terkait keputusan calon Kapolri diambil dalam Rapat Paripurna pada Senin (27/6).

Sementara itu, Rapat Paripurna pada Selasa (28/6) akan mengambil keputusan terkait RUU Pengampunan Pajak dan APBNP 2016.

"Setelah Rapat Paripurna, Surat Pimpinan DPR terkait calon Kapolri langsung dikirim ke Presiden," ujarnya.(ang/ant/lis)