Oesman Sapta Sebut Potensi Konflik Pilkada Tantangan Berat Bangsa

Nasional

Editor Soetana hasby Dibaca : 827

Oesman Sapta Sebut Potensi Konflik Pilkada Tantangan Berat Bangsa
EMPAT PILAR -Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menggelar 'Sosialisasi Empat Pilar' di Banda Aceh, Senin (14/11). (SP/Ist)
BANDA ACEH, SP – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menyatakan potensi konflik Pilkada serentak yang dilakukan di sejumlah daerah menjadi tantangan berat bangsa Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia diingatkan agar tidak terpancing provokasi.

“Masyarakat harus mewaspadai sinyal-sinyal potensi konflik yang didahului provokasi dengan membawa-bawa suku, agama, dan ras dengan maksud untuk mengadu domba antar-rakyat,” ujar Oesman dalam pembukaan ‘Sosialiasi Empat Pilar’ di aula pertemuan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (14/11).

Bila konflik terjadi, menurut Oesman, warga sendiri bakal merasakan dampak kerugiannya. Pesta demokrasi semestinya dinikmati secara aman dan nyaman.

“Kalau terpancing dan terjadi konflik besar yang rugi adalah masyarakat itu sendiri,” ujar tokoh politik asal Kalimantan Barat itu.

Oesman melanjutkan secara perekonomian akan berpengaruh. “Investor akan susah masuk sebab merasa tidak ada keamanan. Saya harap jangan ada gangguan dalam momen situasi Pilkada, biarkan rakyat menikmati pesta demokrasi secara aman, nyaman,” tegas Oesman.

Dia mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas Pilkada dan mencegah upaya provokasi. “Jika ada provokasi dalam situasi Pilkada baik Aceh atau di derah lain, serahkan kepada hukum dan perundangan,” ujar Oesman.

Menurut Oesman, dengan pemahaman ‘Empat Pilar’ potensi konflik dapat dicegah. “Alhamdulillah, respon masyarakat terhadap upaya MPR dalam sosialisasi empat pilar, di dalamnya pemahaman Pancasila sangat bagus. Menurut saya lebih bagus lagi jika Pancasila masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia," kata dia.

 Plt Gubernur Aceh Mayjend (Purn) Soedarmo mengungkapkan situasi saat ini memang memanas dan ada upaya pemecah belah. "Semua sudah paham situasi politik nasional terutama di Jakarta. Pemahaman Pancasila mengingatkan semua rakyat untuk menyelesaikan semua masalah bangsa dengan musyawarah dan mengedepankan keutuhan bangsa," kata Soedarmo.

Sosialisasi tersebut dihadiri Ketua Fraksi Nasdem MPR Prof. Bachtiar Aly, Ketua Fraksi PPP MPR Zainuttauhid Saadi, Ketua Fraksi Hanura MPR Syarifuddin Suding, Plt Gubernur Aceh, Sekda Aceh, Forkopimda Aceh, pejabat Kodam dan Polda Aceh serta sekitar 500 lebih peserta dari kalangan alim ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, akademisi dan masyarakat umum. (ang)