Selasa, 17 September 2019


Masdar: Ada Masjid yang Sempat Dikuasai Kaum Teroris

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 837
Masdar: Ada Masjid yang Sempat Dikuasai Kaum Teroris

GEREJA- Relawan Pembersih Masjid Harapan Baru merapikan Gereja Oikumene, Samarinda (Facebook/Greg Tanari)

SAMARINDA, SP – Kepala Kantor Agama Kementerian Agama Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Masdar Amin mengakui, memang ada masjid yang seluruh kepengurusannya sempat dikuasai kaum teroris.  

“Salah satunya Johanda alias Juanda alias Muhammad Aceng Kurnia, 32 tahun, pelaku tunggal pengeboman halaman parkir Gereja Oikumene Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Minggu, 13 November 2016 lalu,” kata Masdar di Samarinda, Jumat (18/11).
 
Menurut Masdar, atas koordinasi dengan Camat Loa Janan Ilir, Nofiansyah Indra Hakim, masjid  sudah diambil alih warga yang sekarang dinamakan Masjid Al Islah. Sebelumnya masjid Al Islah bernama Masjid Mujahidin. Johanda termasuk salah satu pengurusnya bersama sejumlah warga pendatang membuat risih warga sekitar. 

“Usai sholat Jumat, 18 November 2016, umat Islam secara sukarela mendatangi Gereja Kristen Oikumene HKBP untuk bersilaturahmi dan membantu biaya perbaikan halaman parkir gereja yang rusak terkena bom molotov. Umat Islam turut prihatin terhadap aksi pengeboman,” ungkap Masdar.

Dikabarkan, kini Polisi kini terus memburu anggota JAD lainnya. Sampai Jumat (18/11), sudah 7 orang komplotan Johanda ditangkap polisi. Sebelumnya selain Johanda, sudah ditangkap 5 orang lainnya. Dua teroris JAD kemudian ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Polisi Daerah Kalimantan Timur, Jumat, 18 November 2016. 

Keduanya ditangkap di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pelaku, Jk dan Rd diamankan Polres Penajam Paser Utara. Mereka  langsung dibawa ke Mapolda Kaltim, Balikpapan. (aju/bbs)