Selasa, 12 November 2019


Di Untag, Oesman Sapta: Universitas Rebutan Sosialisasi Empat Pilar

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 816
Di Untag, Oesman Sapta: Universitas Rebutan Sosialisasi Empat Pilar

PUKUL GONG - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta memukul gong, membuka sosialisasi Empat Pilar di Universitas 17 Agustus, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/11). (SP/Ist)

BANYUWANGI, SP - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menegaskan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus menyosialisasikan Empat Pilar ke sejumlah perguruan tinggi. Sosialisasi Empat Pilar juga menyasar para mahasiswa karena banyak yang tidak paham dengan nilai-nilai yang diwariskan para founding father Republik Indonesia.

"Banyak universitas yang minta untuk sosialisasi Empat Pilar MPR. Rebutan minta sosialisasi Empat Pilar. Karena itu saya minta Setjen MPR mengatur sosialisasi Empat Pilar MPR RI di seluruh universitas di Indonesia," kata Oesman Sapta ketika membuka sosialisasi Empat Pilar MPR di Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi, Jumat (25/11).

Sosialisasi ini diikuti ratusan mahasiswa Untag, menghadirkan narasumber Zainut Tauhid (Fraksi PPP) dan Bambang Sadono (Ketua Badan Pengkajian MPR).

"Kedatangan saya sesuai dengan perintah undang-undang, menyosialisasikan Empat Pilar (Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Itulah niat kita untuk terus menerus mensosialisasikan Empat Pilar terutama ke universitas dan perguruan tinggi," katanya.

Dengan sosialisasi Empat Pilar itu, ujar Oesman, kita bisa menjamin Indonesia tetap utuh. "Tapi sekarang kita sedang terancam karena mereka tidak bisa menghancurkan Pancasila. Mereka menggunakan narkoba untuk menghancurkan anak-anak muda Indonesia," ujar Oesman yang akrab disapa OSO.

Dia mengingatkan bahwa saat ini sedang terjadi perubahan. Masyarakat Banyuwangi juga terlihat semangat untuk melakukan perubahan.

"Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat juga menunjukkan adanya siklus perubahan. Indonesia juga pernah mengalami siklus itu," imbuhnya.

Menghadapi perubahan itu, OSO meminta anak muda berkreasi. "Biarkan anak muda berkreasi dengan gayanya. Dia sedang membangun karakter Empat Pilar sesuai dengan gayanya. Anak muda jangan dipaksakan. Biarkan mereka bebas. Kalau dikekang, mereka akan berontak," tegas OSO. (ang/rel)