Oesman Sapta: Wartawan Parlemen Harus Menjaga Kewibawaan MPR

Nasional

Editor Soetana hasby Dibaca : 776

Oesman Sapta: Wartawan Parlemen Harus Menjaga Kewibawaan MPR
PRESS GATHERING - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri press gathering jurnalis Parlemen, Jumat (25/11), di Banyuwangi, Jawa Timur. (SP/Ist)
BANYUWANGI, SP - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengingatkan Pers berperan penting karena  bisa mempengaruhi kebjiakan. Bahkan masyarakat lebih percaya kepada Pers daripada partai politik. Karena itu, Pers diharapkan elegan, sportif, dan bisa menjaga organisasinya.

Hal itu disampaikan Oesman Sapta ketika membuka press gathering Pimpinan MPR RI bersama Koordinatoriat wartawan MPR, DPR, DPD RI, di Banyuwangi, Jumat (25/11).

Pembukaan press gathering ini dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, anggota MPR Zainut Tauhid, Sirmadji,  Ahmad Nawardi, Forkompinda Kabupaten Banyuwangi, serta wartawan parlemen.

Menurut Oesman Sapta, yang akrab disapa OSO, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar apalagi menjelang pemilihan kepala daerah.

Pers menjadi kunci karena bisa mempengaruhi kebijakan. "Masyarakat lebih percaya kepada Pers daripada partai politik walaupun terkadang apa yang ditulis (wartawan) Pers, suka salah. Tapi masyarakat suka," katanya.

Dia berharap wartawan parlemen bisa menjaga kewibawaan MPR. "Berita tentang MPR harus solid. Wartawan parlemen harus menjaga kewibawaan MPR. Jangan malah menyerang MPR," tegas OSO.

Oesman Sapta menuturkan pengalamannya berkeliling Kabupaten Banyuwangi. "Saya semalam jalan-jalan bersama bupati melihat langsung sistem filing di pedesaan. Ini bisa dicontoh MPR. MPR wajib mencontoh ini. Kita jangan malu mencontoh," saran dia.

Oesman menambahkan Kabupaten Banyuwangi telah menerapkan prinsip 5S; strategi; struktur; sistem; skill; speed dan target.

"Dari kabupaten ini saya juga belajar. Kabupaten ini telah menerapkan prinsip 5S. Nanti wartawan bisa cari sendiri potensi Banyuwangi," ujarnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan sejak lima tahun terakhir memproteksi pasar rakyat. Karena itu di Banyuwangi tidak ada Indomaret, Alfamart, dan mall. Selain itu juga melarang buah impor. "Upaya ini telah meningkatkan income rakyat," ujarnya.

Dia menegaskan, telah menerapkan informasi teknologi (IT) di pedesaan. Hal ini mengubah image Banyuwangi dari sebelumnya dikenal sebagai klenik, sudah berubah menjadi IT.

Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono menyatakan kegiatan rutin press gathering dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi di tiga lembaga parlemen yaitu MPR, DPR, dan DPD. "Publikasi ini merupakan edukasi politik dan demokrasi kepada masyarakat," katanya. (ang/rel)