Selasa, 24 September 2019


Selamat Jalan Fidel Castro, Revolusioner Kuba

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1148
Selamat Jalan Fidel Castro, Revolusioner Kuba

PEMBERONTAKAN - Fidel Castro (berdiri) bersama para pemimpin pemberontak termasuk Che Guevara (dua dari kiri), Raul Castro (berlutut), pada Juni 1957. (NYTIMES) PEMBERONTAKAN - Fidel Castro (berdiri) bersama para pemimpin pemberontak termasuk Che Gueva


HAVANA, SP – Mantan Presiden Kuba, Fidel Alejandro Castro Ruz atau populer dikenal Fidel Castro, meninggal dunia di usia 90 tahun, pada Jumat (25/11). Pengumuman meninggalnya sang revolusioner yang memimpin Kuba sejak 2 Desember 1959 hingga 24 Februari 2008 itu, disampaikan Presiden Kuba, Raul Castro, merupakan adik kandung Fidel.

“Panglima tertinggi revolusi Kuba meninggal pada pukul 22.29 malam ini," ujar Presiden Raul di televisi nasional Kuba.

Sejak menyerahkan jabatannya sebagai Presiden Republik Kuba pada Raul Castro, Fidel jarang tampil di publik, dan disebut menderita sakit.

Di acara ulang tahunnya ke-90, pada Agustus 2016, Fidel muncul dalam perayaannya, digelar secara meriah di Malecon Boulevard, Havana.  

Pria kelahiran 13 Agustus 1926 silam itu, mulai melakukan revolusi semasa remaja, dan membawa Perang Dingin, yang membuat Amerika Serikat, pusing.

Seperti di lansir nytimes.com, Sabtu (26/11). Pada 1945, ketika menjadi mahasiswa hukum di Universitas Havana, Fidel larut dalam pemahaman Marxisme.

"Saya telah menandatangani kontak dengan sastra Marxis," kata Fidel Castro. "Pada saat itu, ada beberapa siswa Komunis di Universitas Havana, dan saya memiliki hubungan baik dengan mereka, tapi aku tidak di pemuda Sosialis, saya bukan militan di Partai Komunis."

Fidel Castro muda kian terobsesi dengan politik Kuba, sempat mengambil bagian dalam invasi Republik Dominika yang gagal menggulingkan Rafael Trujillo. Fidel juga kerap memimpin demonstrasi sehingga diapun mendapat julukan sebagai perusuh. 

Fidel Castro lahir dari lingkungan keluarga tani. Ayahnya Angel Castro berdarah Spanyol menikahi Lina Ruz González yang merupakan pelayan. Lina menjadi istri kedua Angel Castro, dan memiliki tujuh anak (di antaranya Fidel Castro).

Sang ayah adalah seorang Spanyol yang tiba di Kuba secara misterius. Angel Castro direkrut menjadi tentara Spanyol pada akhir abad ke-19 untuk melawan kemerdekaan Kuba dan hegemoni Amerika.

Versi lain menyatakan bahwa Ángel Castro pergi tanpa uang sepeserpun ke Kuba, tapi akhirnya sukses sebagai petani kaya.

Manusia dari Pegunungan
Fidel Castro semasa bergerilya bermarkas di Sierra Maestra, Kuba timur, wilayah pegunungan. Dari sana , dia bergerilya bersama Che Guevara dan 80 dari rekan-rekannya, termasuk Raul Castro, adik Fidel, Desember 1956.

Fidel sempat dinyatakan telah tewas oleh surat kabar seluruh dunia, Desember 1956, ketika memberontak pemerintahan  Fulgencio Batista.  Tiga bulan kemudian, Fidel tampil dalam satu artikel yang kembali menyalakan pergerakan.

Koresponden dan penulis editorial The New York Times, Herbert L. Matthews, melakukan perjalanan ke pegunungan, basis gerilyawan Fidel Castro. Matthews harus menyamar sebagai pengusaha untuk dapat mewawancarai Fidel.

Matthews menggambarkan Fidel sebagai pemuda yang kuat dengan wajah brewokan. "Ini seorang pria - yang kuat, berkulit zaitun, berwajah penuh jenggot acak-acakan," tulis Matthews.

Dalam artikelnya, Matthews menyebut Fidel lelaki cerdas dan memiliki keberanian. "Dia berpendidikan, fanatik, dan seorang pria memiliki cita-cita, keberanian dan kualitas luar biasa."  (has/bbs)