Gempa Pidie, Tim SAR Evakuasi 25 Jenazah

Nasional

Editor Soetana hasby Dibaca : 846

Gempa Pidie, Tim SAR Evakuasi 25 Jenazah
MASJID ROBOH - Salah satu bangunan masjid di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, roboh akibat gempa bumi 6,5 SR, Rabu (7/12) pagi. (SP/Ist)
ACEH, SP – Tim Search And Rescue (SAR) mengevakuasi 25 jenazah korban gempa di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Evakuasi hingga, Rabu (7/12) siang, terus dilakukan SAR gabungan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat.

“Pukul 11.00 WIB, tim SAR menemukan 25 jenazah dan 26 warga yang mengalami luka berat. Korban dirujuk ke RSUD Pidie Jaya dan Puskesmas,” kata  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima suarapemredkalbar.com.

Lindu berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Kabupaten Pidie dan sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Rabu sekitar pukul 05.03 WIB. “Sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesar 4,8 SR,” jelas Sutopo.

Analisis Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan pusat gempa terjadi di darat pada jarak 106 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 kilometer.

“Gempa tidak memicu tsunami,” tegas Sutopo.

Warga di Pidie Jaya merasakan kuat guncangan selama 15 detik. “Gempa dirasakan kuat di Pidie Jaya selama 15 detik, di Kota Banda Aceh warga merasakan kuat gempa selama 5 detik,” ujar Sutopo.

Dampak dari gempa di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 72 unit rumah toko ambruk, beberapa tiang listrik roboh, beberapa ruas jalan rusak (retak), 15 unit rumah rusak berat, 5 unit masjid roboh, 1 unit gedung STAI AL-Azziziyah roboh, dan 1 unit bangunan toko roboh.

Sedangkan di Kabupaten Bireuen terdapat  2 unit rumah roboh dan 1 unit masjid roboh.

Sutopo mengatakan, Kepala BNPB  Willem Rampangilei bersama pejabat dari BNPB, Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Tagana dalam perjalanan menuju Pidie Jaya untuk melakukan bantuan penanganan darurat.

“Fokus utama saat ini adalah pencarian dan penyelamatan korban yang tertimpa bangunan yang roboh,” kata Sutopo. (has)

Baca Juga:
BNPB: Gempa Aceh, Beberapa Rumah dan Bangunan Roboh
BPBD Sekadau: Gempa, Belum Bisa Dipastikan