Jumat, 13 Desember 2019


Lukisan ‘Titi Kala Mangsa’ Wakili Kalbar di PBSR ke-5

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 1092
Lukisan ‘Titi Kala Mangsa’ Wakili Kalbar di PBSR ke-5

Ilustrasi

JAKARTA, SP – ‘Titi Kala Mangsa’ lukisan karya pelukis Kalimantan Barat, Agus Fitriyono terpilih menjadi salah satu karya seni yang bakal ditampilkan dalam Pameran Besar Seni Rupa ke-5, di Taman Budaya Kota Ambon, Maluku, September mendatang.

Pameran nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terbuka bagi peserta dari seluruh provinsi yang ada. Setiap provinsi diwakili oleh dua orang seniman.

“Proses seleksi dimulai dengan adanya surat undangan terbuka dari panitia. Bagi calon peserta diwajibkan mengirim foto karya paling akhir tanggal 15 Juni kemarin. Hasil seleksi diumumkan pada 5 Juli,” cerita Agus .

Usai melalui proses tersebut, peserta yang lolos seleksi termasuk Agus, diminta mengirim karya fisik siap pajang, dengan batas waktu pada 15 Juli kemarin. Karya tersebut bakal dipamerkan mulai 12 hingga 16 September.

“Menunggu hasil seleksi, sama seperti menunggu hasil lomba. Deg-degan tapi penasaran,” kisah Agus.

Kiprah Agus sebagai seniman seni rupa di Kalbar, tak bisa dipandang sebelah mata. Bisa tembus di level nasional kali ini, adalah untuk kali ketiganya.

Sebelumnya, sejumlah ajang di daerah dan tingkat nasional lain beberapa kali dia jajal. Misalnya pada Pameran Guru Seni Rupa 2014 dan Pameran Nasional Rest Area 2017.

“Untuk level nasional, ini seleksi ketiga yang saya ikuti. Danalhamdulillah selalu lolos seleksi. Pada Pameran Besar Seni Rupa ke-5 ini mengambil tema besar ‘Huele’,” terang Agus.


Agus menceritakan, kisah di balik terpilihnya lukisan ‘Titi Kala Mangsa’ yang bakal dipajang dalam pameran kali ini. Sebelumnya, buah karyanya tersebut telah dipamerkan dalam Pameran Rest Area 2017, di Galeri Nasional pada April lalu.

Dalam bahasa Jawa,  ‘Titi Kala Mangsa’ memiliki arti pada suatu ketika. Judul ini sengaja diambil sebagai sebuah tanggapan terhadap tema ‘Perupa Membaca Indonesia’ yang dilontarkan oleh Galeri Nasional pada Pameran Nusantara tahun ini.

“Yang ingin saya sampaikan adalah tentang carut marutnya kondisi Indonesia. Di mana, demi ambisi dan keserakahan, seseorang dapat melakukan apa saja,” ujarnya.

Kisah keserakahan yang dimaksud, tergores di atas kanvas diwakili dengan penggambaran figur ‘Batarakala’ dalam lukisan berteknik batik painting berdimensi 2x1 meter itu.


Namun di balik kekacauan tersebut, tergambar pula kondisi Indonesia sebagai sebuah surga yang indah dan penuh dengan warna.

Cerita terkandung dalam lukisan ini menurut Agus, membawa pesan tersirat suatu saat nanti pasti akan datang masanya Indonesia mampu mengatasi segalanya.

“Cukup unik juga lukisan ini bisa terpilih. ‘Titi Kala Mangsa’ adalah karya yang sama yang terpilih pada pameran Rest Area. Sebenarnya saya mengirimkan dua karya untuk diseleksi, namun yang terpilih adalah karya tersebut,” katanya. (*/and)