First Travel Sudah Kumpulkan Rp 700 M dari Jamaah

Nasional

Editor Kiwi Dibaca : 488

First Travel Sudah Kumpulkan Rp 700 M dari Jamaah
Korban First Travel - Seorang korban umroh berbiaya murah, Jaksa Pramana melaporkan First Travel karena tak jadi memberangkatkan dirinya.
Jakarta, SP - Selama beroperasi, First Travel telah mengumpulkan sekitar 72 ribu calon jamaah umrah. Dari 72 ribu itu, dana yang terkumpul sekitar Rp 700 miliar dan sebagian jamaah belum diberangkatkan.

"Bahwa 72 ribu yang telah daftar di First Travel sudah membayar dengan jumlah lebih dati Rp 700 miliar dana yang terkumpul," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (19/8).

Setyo mengungkap, dari 27 ribu calon jamaah itu, tidak sampai 50 persennya yang diberangkatkan First Travel. "Yang berangkat itu baru 14 ribu," ucapnya.

Setyo mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset First Travel. Sejauh ini, polisi baru menyita rumah bos First Travel Andika Surachman dan istri, Anniesa Hasibuan di Sentul, juga kantor dan sejumlah kendaraan mewah.

"Sebab itu saat ini Polri sedang melakuan penelitan aset atau tracing. Semoga kami bisa ketahuan aset-asetnya di mana. Baik aset bergerak maupun tidak bergerak," imbuhnya.

Sementara polisi juga telah mengetahui bahwa bos Travel memiliki utang yang cukup besar. Andika dan Anniesa sampai menjaminkan rumah mewahnya untuk menutupi utang tersebut.

"Hari ini saya mendapat laporan, bahwa tersangka atas nama AH utang kepada dua orang (yaitu) kepada yang mengurus tiket, itu sebesar Rp 80 miliar. Dan kepada yang mengurus hotel dan konsumsi di Arab Saudi sebesar Rp 24 miliar. Jadi total ada uutang Rp 104 miliar," lanjutnya.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memantau sejumlah transaksi di rekening bos First Travel. Selain digunakan untuk memberangkatkan jamaah, PPATK menyebut sebanyak 30 persen dana jamaah dipakai untuk membeli aset pribadi.

"Dari analisis yang dilakukan memang ada dana yang masuk, kemudian dana tersebut setelah diteliti memang ada sebagian yang digunakan untuk memberangkatkan umroh dan ada juga sebagian untuk pribadi seperti rumah dan kendaraan. Tapi mungkin sekitar 30 persennya," kata Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, di kediamannya.
Ia mengatakan hampir semua transaksi telah ditelusuri PPATK. Saat ini masih dalam proses penelusuran tim analisa.

Pria yang akrab disapa Badar itu menyebut PPATK memang mendapat informasi jika uang tersebut ada yang dipakai untuk memberangkatkan jamaah dan ada pula yang dipakai untuk keperluan pribadi. Namun dia tidak bisa merinci berapa jumlahnya.

"Rasanya hampir tertelusuri semua tapi kami enggak bisa ceritakan detailnya. Ada sebagian cukup banyak orang jemaah yang diberangkatkan dari First Travel. Kemudian itu kan memakai uang yang dikumpulkan dari masyarakat. Ada juga yang sebagian dipergunakan dia. Tapi memang ada kemungkinan juga membayar untuk ke depannya, tapi berapa banyak tidak diketahui," ujarnya.

Dalam kasus dugaan penipuan ini, polisi menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka. Belakangan, adik bos First Travel, Kiki Hasibuan, juga dijadikan tersangka. Sejumlah aset disita dari ketiganya. (det/lis)

Komentar