Rembug Nasional 2017 Bahas Empat Isu Pertanian

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 489

Rembug Nasional 2017 Bahas Empat Isu Pertanian
Net
BOGOR, SP - Rembug Nasional 2017 yang digelar di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat, membahas empat hal besar terkait isu pangan dan pertanian.

Koordinator Rembug Daerah Bidang Pangan yang juga Guru Besar IPB Prof Dwi Andreas Santosa menyebutkan empat hal besar terkait isu pertanian dan pangan yang dibahas, yakni tentang kesejahteraan petani, data pertanian, harmonisasi kebijakan dan keamanan pangan.

"Empat hal isu pertanian dan pangan menjadi hal sangat penting yang harus disiapkan untuk dua tahun terakhir ini, dan lima tahun ke depan, serta lima tahun ke depannya lagi," kata Andreas.

Ia menjelaskan terkait kesejahteraan petani, walau selama tiga tahun terakhir pemerintahan saat ini terjadi penurunan kemiskinan, tapi porsi orang miskin sebagaian besar ada di pedesaan yang menjadi tempat petani. Jika dilihat dari nilai tukar petani (NTP) juga belum cenderung membaik.

"Ini jadi perhatian kita bersama karena kesejahteraan petani adalah segalanya untuk pembangunan pertanian," katanya.

Jika petani tidak sejahtera, maka akibat yang terjadi seperti yang dialami saat ini, jumlah regenerasi petani semakin menurun. Jumlah petani muda saat ini hanya tinggal delapan persen, dikarenakan sektor pertanian tidak menarik lagi.

"Jadi, bagaimana ke depan kesejahteraan petani ditingkatkan, sehingga kemudian sektor pertanian menjadi menarik lagi bagi generasi muda untuk masuk dunia pertanian," katanya.

Isu kedua terkait data sebagai kunci kedua supaya tata kelola pangan Indonesia ke depan menjadi lebih baik. Semua pihak membutuhkan data pertanian yang akurat, baik untuk pengambilan kebijakan maupun bagi kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Misalnya, data produksi pangan yang banyak diragukan salah satunya penyebabnya karena metodologi perhitungan dan sebagainya, sehingga hasilnya kurang begitu tepat.

"Jadi perlu perbaikan data supaya tata kelola pangan Indonesia menjadi lebih baik. Seperti yang dikatakan Direktur Bulog, dengan data yang seperti ini saja kita bisa jalan, apalagi kalau data diperbaiki, pertanian kita pasti akan lebih baik," kata Andreas.

Jika data pertanian bagus, maka akan diketahui kapan harus menambah stok atau ketika terjadi stok pangan rendah, pemerintah dapat menentukan kebijakan apa selanjutnya.

Isu ketiga adalah harmonisasi kebijakan yang perlu diseriuskan antar lembaga karena kebijakan pertanian melibatkan lintas lembaga dan kementerian.

"Jika ini harmoni maka harapan kita bersama produksi pangan dipastikan membaik, jika terjadi harmoni di semua lini, data akan membaik, maka akan menuju tata kelola pangan yang baik," katanya.

Isu keempat terkait keamanan pangan, menurutnya isu tersebut menjadi hal yang harus jadi perhatian serius ke depan.

"Karena keamanan pangan ini akan menjadi beban nasional yang luar biasa ke depannya," kata Andreas.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto menyebutkan pertanian andalan salah satu tulang punggung pembangunan bangsa. Jika pertanian maju, maka bangsa akan sejahtera.

"Untuk memajukan pertanian, kebijakannya harusnya berbasis Iptek seperti yang disampaikan rektor IPB," katanya.

Rembug Nasional 2017 yang digelar di IPB merupakan rembug daerah ke-16 yang telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi. Untuk rembug daerah di IPB membahas tentang pangan.

Rembug nasional merupakan kegiatan yang diadakan dengan tujuan untuk mendalami sekaligus mengkritisi capaian tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK dalam 12 bidang pembangunan dan masalah nasional yang perlu mendapat perhatian khusus. (ant/sp)

Komentar