Pabrik Petasan Digembok Saat Terbakar Tewaskan 47 Korban

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 899

Pabrik Petasan Digembok Saat Terbakar Tewaskan 47 Korban
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
TANGERANG, SP – Kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga berita ini diturunkan, telah menewaskan 47 orang. Pihak keluarga korban menyatakan, pabrik itu selalu digembok sehingga banyak korban berjatuhan.

Ledakan dan kebakaran pabrik PT Panca Buana Cahaya Sukses terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Selain menewaskan 47 orang, ada puluhan korban luka di pabrik yang mempekerjakan 103 orang.

Saat kejadian, seoranag saksi mata, Agus (50) sopir truk mengatakan, kejadian itu seperti ledakan bom. Dia hanya berada sekitar 10 meter dari gerbang gudang tersebut. Dikisahkan Agus, saat itu sekitar pukul 09.00 WIB, dia sedang bersantai bersama sejumlah anggota Brimob di dekat lokasi. 

Tiba-tiba, boom! Terjadi ledakan keras dari gudang petasan tersebut.

"Itu ledakannya keras sekali kayak bom. Saking kerasnya ledakan, saya sama beberapa Brimob sampai tiarap," kata Agus.

Kemudian, api berkobar dan asap hitam mengepul di gudang petasan tersebut. Terjadi beberapa ledakan susulan, namun lebih kecil.

Seorang keluarga korban bernama Toni, saat diwawancarai di RSIA BUN, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10). Anaknya bernama Leha (23), jadi korban dalam peristiwa itu. 

"Leha cerita ke saya kalau di sana itu dikepung api. Banyak yang jatuh. Ada yang terinjak-injak. Masing-masing pada menyelamatkan diri. Mau keluar harus ke mana mereka bingung, karena pabrik digembok," ujar Toni.

Salah seorang saksi mata bernama Agus (50), supir sebelumnya menyatakan, warga sempat menjebol tembok untuk membantu para korban keluar. Namun belum diketahui, apakah ada kaitannya warga menjebol tembok ini dengan isu gerbang yang selalu digembok.

Polisi masih menyelidiki dugaan penyebab ledakan dan kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kebakaran menyebabkan 47 orang tewas. 

"Cek Labfor. Itu nanti (diketahui) peyebabnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Sebelumnya Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab mengatakan jasad korban tewas tidak dikenali. Keluarga korban diminta melapor ke RS Polri, Kramat Jati. 

Terkait peristiwa ini, polisi sudah memeriksa manajemen PT Panca Buana Cahaya Sukses. Akan diselidiki dugaan pidana terkait izin pabrik.

Peristiwa mengerikan ini menjadi sorotan media-media internasional. Reuters memberitakan kejadian ini dengan judul 'Indonesia fireworks factory explosions kill at least 23, injure dozens: official'. Dalam berita tersebut, Reuters mengutip laporan media-media Indonesia soal pabrik yang meledak tersebut. 

Pemberitaan Reuters ini dilansir oleh media-media lain, di antaranya Malay Online dan RTE. AFP memberitakan 'Indonesia fireworks factory blaze kills 46, injures dozens' dan pemberitaan ini juga dilansir media-media lain.

Sementara itu, CNN mengambil judul 'At least 26 killed in Indonesia fireworks factory explosion'. Pemberitaan itu diunggah pukul 17.15 WIB. Saat ini, total korban tewas yang tercatat sudah mencapai 47 orang. 

Media Australia juga memberitakan ledakan ini, seperti news.com.au, yang mengambil judul 'Indonesia fireworks blast toll rises to 47'. Media tersebut mendeskripsikan kepanikan warga yang terekam dalam video saat kejadian itu.

BBC menulis 'Many dead in Indonesia fireworks factory explosion'. Sedangkan The Guardian mengambil judul 'Indonesia fireworks factory explosions kill at least 47 people'.

Ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, ini terjadi pagi tadi. Sebanyak 47 orang tewas dan jenazahnya dibawa ke RS Polri. Sementara itu, puluhan korban luka dibawa ke 3 rumah sakit. (det/ant/lis)

Komentar