Tak Sesuai Target, Rini Rombak Perum Perumnas

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 631

Tak Sesuai Target, Rini Rombak Perum Perumnas
Rini Soemarno
JAKARTA, SP - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merombak jajaran direksi Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas). Jajaran direksi baru diharapkan bisa menggenjot kinerja perusahaan untuk merealisasikan program sejuta rumah yang masih jauh dari harapan.

Dalam perombakan direksi, empat nama baru masuk jajaran direksi pengembang perumahan pelat merah tersebut. Selain itu, nomenklatur Perumnas juga mengalami perubahan. Untuk jabatan Direktur Korporasi dan Pertanahan berubah menjadi Direktur Pertanahan dan Hukum. Sedangkan Direktur menjadi Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis. 

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra mengatakan, berdasarkan Salinan Keputusan Menteri BUMN selaku wakil Pemerintah Sebagai Pemilik Modal Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional dengan Nomor: SK-234/ MBU/10/2017 tentang Pember-hentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota- Anggota Direksi Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Perumahan Nasional. 

Menteri BUMN Rini Soemarno memberhentikan dengan hormat M Kamal Kusmantoro sebagai Direktur Produksi, Herry Irwanto sebagai Direktur Korporasi dan Pertanahan, Muhammad Nawir sebagai Direktur Pemasaran, serta Hakiki Sudrajat sebagai Direktur Keuangan dan SDM. 

"Kami ucapkan terima kasih atas segala sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan di Perumnas," kata Hambra di Jakarta, Kamis (2/11).  

Hambra yang mewakili Menteri BUMN, Rini Soemarno juga mengangkat Galih Prahananto sebagai Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis, Wahyu Abbas Sudrajat sebagai Direktur Produksi, Eko Yuliantoro sebagai Direktur Keuangan dan SDM, Mukhlis Abbas sebagai Direktur Pertahanan dan Hu-kum, serta Anna Kunti Pratiwi sebagai Direktur Pemasaran. 

Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo mengungkapkan, saat ini Perumnas terus meningkatkan pembangunan hunian. Khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menyukseskan program Sejuta Rumah yang digarap pemerintah. 

"Kami juga sedang fokus membangun hunian terintegrasi transportasi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan dan di Stasiun Pondok Cina, De-pok," kata Bambang. 

Bambang memastikan hunian terintegrasi tersebut bisa semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat memiliki hunian sekaligus mengakses transportasi massal. 

"Hunian TOD ini juga diperuntukkan bagi MBR dan ada unit yang disubsidi. Lokasinya yang dekat dengan stasiun diharapkan bisa berdampak pada pengurangan penggunaan kendaraan bermotor di Jabodetabek," tegas Bambang. 

Ketua Housing Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto mengatakan, tugas berat menanti jajaran direksi baru Perumnas. Pasalnya, saat ini program Sejuta Rumah yang digarap pemerintah masih jauh dari target. 

"Dua bulan jelang pergantian tahun, program Sejuta Rumah baru terbangun 650 ribu unit dari target satu juta rumah terbangun tahun ini. Sebagai BUMN khusus pembangunan rumah bagi MBR, kinerja Perumnas harus digenjot agar target tercapai sampai akhir tahun," kata Zulfi kepada Rakyat Merdeka. 

Meski begitu, hal ini menurutnya tidaklah mudah. Dengan komposisi direksi yang baru, Perumnas harus bisa menyinergikan peran antar direktorat di perusahaan untuk meningkatkan percepatan pembangunan rumah MBR. 

"Masalahnya, kalau direktur yang baru masuk ini kebanyakan dari BUMN perseroan terbatas (PT) yang biasanya mencari keuntungan. Pola pikirnya berseberangan dengan Perumnas yang berupa Perum, di mana bisnisnya menjalankan tugas pemerintah membangun rumah untuk MBR yang bisa dibilang tidak ada keuntungannya," kata Zulfi. 

Untuk itu, direksi baru bisa mengubah mindset agar tak melulu mencari keuntungan dan mestinya menjadi kepanjangan tangan negara dalam penyediaan rumah bagi masyarakat kurang mampu. (rmo/lis)

Komentar