Hanura Kalbar Solid Dukung OSO

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 452

Hanura Kalbar Solid Dukung OSO
BENAHI PARTAI - Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta dan pengurus DPD Partai Hanura mengadakan konferensi pers, dalam rangka menyikapi permasalahan yang sedang terjadi di internal Partai Hanura di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (15/1). (Ist)
Wiranto, Ketua Dewan Pembina Hanura 
"Kalaupun di sana ada yang tidak puas, sesuatu yang dianggap tidak tepat, diselesaikan internal partai, dengan cara-cara memenuhi AD/ART di sana,"

Oesman Sapta, Ketum DPP Hanura
"Kalau ada isu calon-calon legislatif di DPR RI harus membayar satu sampai dua miliar rupiah, itu bohong. Yang ada justru kalau ada kader potensial, maka partai yang akan membiayai,"

Harry Adryanto Daya, Sekretaris DPD Hanura Kalbar
“Sudah ada gerakan sekelompok orang yang tidak suka Pak OSO menerapkan cara Pilkada yang bersih, dan menggalakkan pengurus dan kader memiliki jiwa dan sikap yang bermoral agar dicintai rakyat.”

JAKARTA, SP – DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan anggota sayap politik di Kalimantan Barat, akan tetap solid mendukung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketum Hanura.  

Hal itu menanggapi adanya rapat yang dilakukan Sekjen Hanura, Sarifuddin Sudding yang mengadakan rapat dengan para anggota DPD lainnya di Hotel Ambara, Jakarta, Senin (15/1). Mereka membuat mosi tidak percaya dan memecat Ketum Hanura, Oesman Sapta. 

Selanjutnya, Sudding menunjuk Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

Menanggapi hal itu, Ketum Hanura, Oesman Sapta menegaskan, pihaknya akan menindak tegas, jika perlu pemecatan terhadap siapa saja yang telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai.

"Ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang yang akan merusak partai. Kita akan tindak tegas siapa pun " kata Ketum Hanura, Oesman Sapta usai rapat harian DPP Partai Hanura di Jakarta, Senin (15/1). 

Oesman menjelaskan, dirinya sedang menertibkan internal agar dalam menjalankan roda organisasi, sesuai dengan AD/ART yang ada. Oesman menegaskan bahwa, untuk pengelolaan keuangan partai maka harus melalui Bendahara Umum.

"Keuangan partai harus jelas dan harus melalui Bendahara Umum, di luar itu tanggung jawab masing-masing," kata Oesman.

Sebelumnya, santer beredar isu terkait adanya uang mahar bagi para calon peserta Pilkada. Namun dengan penjelasan ini, Oesman menegaskan, kalaupun ada itu merupakan oknum sehingga menjadi tanggung jawab masing-masing.

"Kalau ada isu calon-calon legislatif di DPR RI harus membayar satu sampai dua miliar rupiah, itu bohong. Yang ada justru kalau ada kader potensial, maka partai yang akan membiayai," kata Oesman.

Sementara itu Ketua DPP Partai Hanura, Ian Zulfikar mengatakan, langkah pemberhentian Oesman Sapta tidak mungkin dilakukan. 

"OSO sudah terdaftar di Kemenkumham dan KPU, kader Hanura tidak mungkin melakukan pemecatan," kata Ian.

Menurutnya, kabar pemecatan Oesman Sapta merupakan hal biasa dalam partai. Meski tidak menjelaskan secara rinci. "Ini dinamika partai," kata Ian.

Pada kesempatan itu, OSO juga mengumumkan telah mencopot Sarifuddin Sudding sebagai Sekretaris Jenderal Hanura. Posisi Suding, kini digantikan oleh Herry Lontung Siregar, yang sebelumnya menjabat Ketua Tim Pilkada Pusat Hanura. 

Sesuai AD/ART


Oesman Sapta mengaku sudah berkomunikasi dengan Wiranto, soal polemik yang terjadi di tubuh Hanura. Menurut Oesman, setelah ada komunikasi, Wiranto hanya berpesan agar menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART. 

"Sudah bicara dengan Wiranto, ya dia bilang laksanakan saja sesuai dengan AD ART," kata Oesman.

Sementara terkait klaim bahwa Ketua Dewan Pembina Wiranto ikut menyetujui pemecatan dirinya, Oesman mengaku Wiranto tidak menyetujui.

"Saya sudah telepon Pak Wiranto dan tidak setuju. Pak Wiranto tegaskan jalankan sesuai AD/ART partai. Jadi, pasti Pak Wiranto tak setuju (pemecatan)," kata Oesman.

Oesman percaya, Menko Polhukam tak bakal setuju dengan langkah yang diambil Sarifuddin Suding dengan memecatnya sebagai Ketum Hanura. Wiranto, kata Oesman, adalah orang yang paham organisasi dan politik. 

“Enggak mungkin lah Pak Wiranto orangtua. Dia mengerti organisasi dan politik, dan dia meminta saya menjadi ketua. Tiga kali dia meminta saya jadi Ketua Umum Partai Hanura," tuturnya. 

Ketua Dewan Pembina, sekaligus pendiri Partai Hanura, Wiranto angkat bicara soal polemik di tubuh partainya. Ia menegaskan, aturan partai sudah menyediakan jalan keluar bagi persoalan-persoalan yang muncul.

"Kalaupun di sana ada yang tidak puas, sesuatu yang dianggap tidak tepat, diselesaikan internal partai, dengan cara-cara memenuhi AD/ART di sana," kata Wiranto.

Sebelumnya, pengurus Hanura mengajukan mosi tidak percaya pada Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang. Mereka tidak puas dengan kepemimpinan OSO yang disebut kerap menabrak aturan partai. 

Menurut Wiranto polemik merupakan hal biasa bagi partai politik. Ia sebagai Dewan Pembina akan melihat perkembangan dinamikanya sebelum mengambil sikap. 
"Jadi enggak usah kita ributkan, enggak usah kita khawatirkan, akan diselesaikan dengan baik," ucap Wiranto.

Dia mengaku sudah tahu persoalan di Hanura. Meski demikian, dirinya mengklaim belum mengetahui kondisi terakhirnya.

"Saya belum dapat informasi sepenuhnya apa yang (terjadi) di partai. Tapi percayalah bahwa partai Hanura partai yang dari awal di desain yang selalu memenuhi hasrat politiknya dengan AD/ART," ungkap Wiranto.

Kalbar Solid 


DPD Partai Hanura Kalbar menegaskan, tetap mendukung Oesman Sapta sebagai Ketum Hanura. 

"Kita tidak setuju adanya Musnalub liar di Jakarta. Jadi kalau ada yang bilang DPD setuju itu bisa dipertanyakan. Karena kawan-kawan di sejumlah daerah juga bingung," kata Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar, Harry Adryanto Daya di Pontianak.

Menurut Harry, “Sudah ada gerakan sekelompok orang yang tidak suka Pak OSO menerapkan cara Pilkada yang bersih, dan menggalakkan pengurus dan kader memiliki jiwa dan sikap yang bermoral agar dicintai rakyat.”

Ditambahkan Harry, Oesman meminta dan menjaga jangan sampai ada lagi kader-kader Hanura yang ditangkap KPK karena kasus korupsi. Seperti kader Hanura yang juga anggota DPR RI, Miryan S Aryani.

"Kita dan teman-teman DPD Hanura di Indonesia yang saya hubungi mengaku terkejut dan masih solid. Dan kita tegaskan kita tidak setuju dan tidak mengakui rapat liar tersebut," ujar Harry.

Ia mengaku mendapat informasi kalau Syarifuddin Sudding yang menggelar rapat liar itu sudah mau dicopot. "Mungkin dia tahu, makanya cepat membuat gerakan. Tapi itu tidak semudah itu, kita lihat saja nanti," kata Harry.

Di Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Gede Pasek Suardika mengatakan, pergantian ketua umum tidak bisa dilakukan melalui rapat yang hanya dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah, tetapi berdasarkan AD/ART dilakukan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). (umr/bls/ant/cnn/det/pas/lis)

DPC dan Sayap Partai Setia Dukung


Menyikapi kekisruhan pada tubuh Partai Hanura di tingkat DPP, lewat mosi tidak percaya dan pemecatan kepada Ketua Umum (Ketum) Oesman Sapta, Ketua DPC Hanura Kabupaten Sambas, Timotius Ketak menyatakan, tetap mendukung Oesman Sapta sebagai Ketum Hanura.

"Sikap kami tegas dan jelas, bahwa DPC Hanura Kabupaten Sambas tetap mendukung Bapak Oesman Sapta, sebagai Ketua Umum Partai Hanura," tegasnya, Senin (15/1).

Terkait situasi yang terjadi di Jakarta, Timothius Ketak menilai hal tersebut hanya persoalan miss komunikasi.

"Adapun ribut-ribut di Dewan Pimpinan Pusat Hanura itu, saya yakini persoalan miss komunikasi, mungkin karena Pak Ketua Umum sangat padat waktunya, itu saja," jelasnya.

Dia bahkan yakin, di tangan Oesman Sapta, Hanura akan semakin sukses dan menjadi sebuah kekuatan politik besar yang akan memberikan kontribusi luar biasa, dalam menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Hanura Sambas dengan ini tetap mendukung Pak Oesman Sapta sebagai Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat," ujarnya. 

Sayap Partai Hanura, Ketua Laskar Pemuda Hanura (Lasmura) Kota Pontianak, Mashudi mengatakan, pihaknya sepenuh hati mendukung Ketum Hanura, Oesman Sapta.  

"Kami Lasmura Pontianak siap di barisan terdepan untuk Ketua Umum Hanura, Bapak OSO," tegasnya.
 
Lasmura mendukung kepemimpinan Oesman Sapta. Mereka merasa selama ini, Ketum Hanura itu telah berbuat banyak untuk memajukan Hanura, dan memberi sumbangsih membentuk generasi muda yang berkarakter.
 
"Selama ini, melihat tindak-tanduk Pak OSO, kita tetap bersama beliau," kata anggota DPRD Kota Pontianak, Dapil Pontianak Utara ini

Sementara, Ketua DPC Hanura Kota Pontianak, Damri mengatakan, dia belum tahu persis hal yang jadi persoalan. "Saya kira hal-hal semacam ini sudah biasa di partai politik. Bicara soal suka, tidak suka, atau pun pro kontra itu sudah biasa," ucapnya.

Biar pun ada keributan di tingkat pusat, dia memastikan DPC Hanura Pontianak tetap mendukung dan mengakui Ketum Hanura, Oesman Sapta sebagai puncak pimpinan partai.

"Yang jelas Pak OSO adalah tetap Ketua Umum Partai Hanura di mata kami," tegasnya.

Damri yang kini merupakan anggota DPRD Kota Pontianak, mengatakan pihaknya tak terlalu fokus untuk kisruh di DPP Hanura. Mereka hingga kini masih terus menjalankan amanah, untuk memenangkan Pilkada Kota Pontianak dan Pilgub Kalbar 2018, dan Pileg serta Pilpres 2019.

"Kami di daerah tidak terlalu fokus untuk kisruh di DPP. Karena kami masih ada tugas dari partai, untuk memenangkan Pilkada di Kota Pontianak dan menyiapkan Pileg 2019," pungkasnya. (bls/umr/noi/lis)