Ade Langsung Keluar Kantor Saat Gempa Guncang Jakarta

Nasional

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 436

Ade Langsung Keluar Kantor Saat Gempa Guncang Jakarta
Ilustrasi. Net
JAKARTA, SP - Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) mengguncang Jakarta dan sekitarnya, Selasa (23/1). Gempa membuat para pekerja yang sedang berada di gedung, berhamburan keluar ruangan. 

Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di laman http://www.bmkg.go.id/, lokasi lindu berada di kedalaman 10 kilometer 7.21 Lintang Selatan dan 105.91 Bujur Timur, Lebak, Banten, terjadi di kedalaman 10 km. 

Gempa ini dipastikan tidak menimbulkan dampak tsunami. Namun goyangannya sangat dirasakan warga ibu kota, terutama yang berada di gedung-gedung bertingkat, termasuk di gedung di kawasan Jalan Palmerah, Jakarta Barat. 

Ade Julizar (27) duduk di ruang kerjanya, ketika gempa dengan kekuatan 6,4 SR. Warga Pontianak yang berkantor di Lion Air Group, Talaga Bestari, Balaraja, Banten ini bercerita, gempa terasa dua kali. 

"Yang pertama kecil, yang kedua lumayan kenceng. Seisi kantor panik dan teriak. Kami semua dievakuasi ke Assembly Point belakang kantor," katanya ketika dihubungi Suara Pemred lewat WhatsApp, pukul 14.49 WIB. 

Dua gempa yang terasa, berjarak kira-kira sepuluh detik. Kuatnya gempa mengakibatkan sejumlah dinding bangunan kantor retak. Tentu tak mengherankan jika gempa tersebut buat para karyawan berhamburan. 

Semua karyawan saat itu berada di meja kerja mereka usai istirahat. Kedatangan gempa buat kerja mereka berhenti seketika. Lepas menyelamatkan diri ke titik aman, sebagian besar karyawan langsung menyambar ponsel mereka, dan menghubungi sanak saudara. Tak terkecuali Ade. 

"Aku yang hubungi (keluarga) duluan. Jadi langsung dihubungi," sambung alumni SMK 4 Pontianak ini. 

Ade mengaku beruntung memiliki tim Safety di kantornya. Mereka pun diarahkan untuk evakuasi. Keluar kantor saat gempa terjadi dengan tertib. Dari penglihatannya, ada ratusan karyawan lain yang menyemut di luar kantor pasca gempa kedua. Wajar, mengingat ada enam gedung dalam Komplek Lion Air Group. 

Sempat masuk kembali, gempa susulan terjadi sekitar pukul 14.59 WIB. Saat itu, Ade tengah berkomunikasi dengan Suara Pemred. 

"Ini gempa lagi. Udah keluar kantor lagi," ucapnya. 

Gempa ketiga getarannya lebih kecil, namun terasa. Selama beberapa waktu berada di perantauan, sudah tiga kali dia merasakan gempa. Gempa kali ini yang paling kuat. 

"Pertama kali juga di kantor sini. Yang kedua di Tebet. Yang ketiga ini," pungkasnya. 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi mengatakan, "Gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia."

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan paska gempa utama, telah terjadi tiga kali gempa susulan. Adi mengatakan gempa susulan tidak sekuat gempa utama.

"(Gempa susulan) Pertama 4,6 SR, kemudian kedua 4,4 SR, dan terakhir 3,9 SR. Makin kecil," tutur dia kepada Tempo melalui pesan pendek. (bls/ant/tem/lis)